BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta dipastikan akan memperpanjang kebijakan perluasan ganjil-genap di beberapa ruas Ibu Kota Jakarta mulai 15 Oktober sampai 31 Desember 2018 mendatang. Untuk Anda para pengguna mobil pribadi wajib mengetahui daerah mana sajakah yang akan diberlakukan kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan jika kebijakan tersebut akan dibagi dalam dua sesi yakni pukul 06.00-10.00 WIB serta 16.00-20.00 WIB. Kebijakan ini sendiri tak akan berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan juga hari libur nasional.

"Kebijakan ini diberlakukan karena melihat evaluasi positif dari ganjil genap perhelatan Asian Games dan Asian Para Games," ungkap Sigit kepada wartawan pada Sabtu (13/12/2018).

Berikut ini adalah ruas jalan yang akan diberlakukan sistem ganjil genap mulai Senin, 15 Oktober 2018:

1.Jalan Medan Merdeka Barat

2.Jalan M.H. Thamrin

3.Jalan Jendral Sudirman

4.Sebagian Jalan Jendral S. Parman (mulai dari Jalan Simpang Tomang Raya hingga simpang Jalan KS. Tubun)

5.Jalan Gatot Subroto

6.Jalan H.R. Rasuna Said

7.Jalan Jendral M.T. Haryono

8.Jalan Jendral D.I. Panjaitan

9.Jalan Jendral Ahmad Yani

Ganjil Genap Tak Berdampak Efektif

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan jika peraturan ganjil genap di sejumlah kawasan Ibu Kota tidak begitu efektif. Nyatanya, data jumlah mobil justru meningkat drastis seiringa adanya perluasan kawasan pada aturan tersebut.

"Begitu ada rekayasa lalu lintas (sistem ganjil genap) lalu jumlah mobilnya meningkat secara luar biasa. Rekayasa itu sudah tak lagi efektif," ungkap Gubernur DKI Jakarta, Anies Bswedan di Balai Kota DKI Jakarta.

Padahal, menurut Anies tujuan diadakannya ganjil genap ini guna menekan tingkat kemacetan dan membuat masyarakat Ibu Kota untuk migrasi menggunakan kendaraan umum. Namun tampaknya program ganjil genap ini tak begitu efektif. Karena masyarakat Ibu Kota justru mencari celah menyiasati peraturan tersebut.

Berlakunya peraturan ganjil genap ini sendiri sebelumnya diberlakukan ketika Jakarta menjadi kota berlangsungnya pesta olahraga Asian Games dan Asian Para Games 2018. Namun hingga saat ini, peraturan ini masih terus diberlakukan di sejumlah titik di Ibu Kota.