BREAKINGNEWS.CO.ID – Mantan petenis nomor satu dunia asal Serbia, Novack Djokovic mengaku terkesan dengan penerapan Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia Rusia 2018. Namun, di lain sisi ia menyayangkan mengapa teknologi yang terbilang sangat penting tersebut baru di berlakukan saat ini. Menurutnya hal tersebut sebenarnya sudah harus diterapkan pada 10 tahun lalu. Apalagi pada ajang sekelas Piala Dunia seperti saat ini.

Pada level internasional, Piala Konfederasi tahun lalu menjadi ajang pemanasan, sebelum akhirnya teknologi ini diputuskan juga dipakai di Piala Dunia 2018. Sejauh ini VAR sudah dipakai di sejumlah momen, termasuk saat wasit Andres Cunha memberikan penalti untuk Prancis di laga melawan Australia.

Sementara di sepak bola penerapan teknologi ini baru terjadi, di dunia tenis hal tersebut sudah lama dipergunakan. Federasi Tenis Internasional (ITF) sudah menyetujui penggunaan teknologi Hawk-Eye atau 'Mata Elang' sejak 2005. Teknologi ini pun mulai terlihat di berbagai turnamen setahun berselang.

Djokovic, yang mengikuti perkembangan Serbia di Piala Dunia 2018, senang akhirnya sepak bola menerapkan teknologi serupa. Petenis 31 tahun itu juga menyinggung soal peran wasit dalam menentukan kapan harus meninjau insiden dan kapan untuk tidak melihatnya dari VAR.

"Secara keseluruhan, saya rasa teknologi sudah dipergunakan cukup baik sejauh ini. Maksud saya, mungkin ada situasi-situasi seperti yang kemarin itu (laga Serbia vs Swiss), di mana wasit seharusnya memutuskan untuk setidaknya meninjau insiden, tapi ya keputusan ada di tangan mereka," katanya dikutip Sky Sports. "Terkadang mereka benar-benar tak bisa melihat seluruh situasi, jadi saya paham bahwa mereka di satu titik harus semacam mengikuti alur permainan dan memilih kapan harus meninjau kejadian, kapan untuk tidak."

"Saya rasa ada sejumlah keputusan besar di Piala Dunia yang sempat dibuat, lalu berubah karena teknologi ini. Rasanya itu sesuatu yang sebelumnya diperkirakan sudah ada sejak 10 tahun lalu di sepak bola, dan saya tak tahu kenapa mereka menunggu begitu lama. Tapi sungguh menyegarkan bisa melihat teknologi ini," tambahnya.

Serbia kalah 1-2 dari Swiss dalam laga yang berbau kontroversial. Dalam sebuah momen, penyerang Serbia Aleksandar Mitrovic terjatuh di bawah tekanan Stephan Lichtsteiner dan Fabian Schar yang dinilai layak diganjar penalti. "Well, begitulah yang terjadi. Suasana hati saya tak terlalu bagus kemarin malam, tapi saya pikir mereka sudah bermain bagus di babak pertama laga. Setelah itu, semuanya dipegang oleh Swiss," ungkap Djokovic.

"Segala sesuatunya bisa saja berbeda kalau kami mendapatkan penalti. Saya tak tahu kenapa wasit memutuskan tidak meninjaunya dengan teknologi (VAR)," tandas petenis yang baru memastikan melangkah ke final Queen's Club ini.