BREAKINGNEWS.CO.ID - Kongres Pemilihan anggota eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Exco PSSI) periode 2019-2024 tak sampai satu bulan lagi digelar. Kongres untuk memilih seorang ketua umum, dua wakil ketua umum dan 12 anggota Komite tersebut akan digelar 2 November 2019 mendatang di Jakarta.

Ke-15 tempat di kepengurusan PSSI 2019-2024 ini akan diperebutkan oleh sebanyak 11 bakal calon ketua umum, 21 wakil ketum umum, dan 91 anggota Komite Eksekutif.

Seandainya seluruh balon ketum, waketum dan anggota Exco dinyatakan memenuhi persyaratan, bisa dibayangkan bagaimana kerasnya kontestasi perebutan 15 Exco.

Prof.Dr.Ir. Djohar Arifin Husin, yang terpilih sebagai ketum PSSI periode 2011-2015 melalui KLB di Solo, mengemukakan harapannya agar Kongres Pemilihan 2019 ini menjadi kongres yang bermartabat.

Mantan wasit nasional dan sekjen KONI Pusat itu juga menegaskan agar seluruh pemilik suara (voter) Kongres Pemilihan bisa memilih calon-calon pengurus PSSI 2019-2024 dengan mengenyampingkan kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok.

Jika atmosfir Kongres Pemilihan masih mengedepankan politik uang, sepak bola Indonesia tidak akan berubah. Masa depan sepak bola Indonesia masih akan didominasi kepentingan pribadi dan kelompok. Organisasi tidak akan dapat dijalankan dengan baik.

"Saatnya bangkit. Saatnya berjalan di tempat yang lebih terang, meninggalkan masa suram," ungkap Djohar Arifin Husin, yang saat ini menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Djohar Arifin Husin mengharapkan kontestasi perebutan 15 Exco PSSI 2019-2024 benar-benar sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Khususnya pencinta sepak bola nasional.

Masyarakat, ujar Djohar Arifin Husin, sudah muak dengan berbagai permasalahan yang terjadi di PSSI. Juga terkait dengan Kongres Pemilihan.

"Sudahlah, tinggalkan zaman jahiliyah. Indonesia harus bangkit," seru Djohar Arifin Husin, yang melenggang ke Senayan dari Dapil Sumut.

"Saya berharap duduk di Komisi X, jad bisa kembali berinteraksi dengan komunitas olahraga," katanya.

Bicara lebih jauh terkait Kongres Pemilihan, Djohar Arifin Husin mendorong tampilnya figur-figur muda.

"Muda, tetapi memiliki kemampuan, pengetahuan atau kecerdasan," harap Djohar Arifin Husin. Dia mengakui mengetahui beberapa balon, termasuk Ary Julianta Tridjaka yang.dikenalnya sejak akhir 1990-an.

"Saya kira Ary potensial untuk Exco. Wawasannya luas, pemahaman organisasi sepak bolanya tentu semakin baik," papar Djohar Arifin Husin.

Ary Julianta Tridjaka mendaftar sebagai anggota Exco PSSI dengan dukungan dari klub Trisakti. Dia intens menekuni sepak bola setelah berkecimpung sebagai wartawan olahraga sejak 1996.

Ary, yang saat ini juga aktif di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya, sejak 2014 hingga saat ini tercatat sebagai wakil ketua komite etik Federasi Futsal Indonesia (FFI).