BREAKINGNEWS.CO.ID -  Disc Jockey (DJ) Evelyn Nada Anjani resmi melaporkan penyelenggara acara Color Run bernisial RA ke Polda Metro Jaya. Pelaporan tersebut dimaksudkan agar penyelenggara acara Color Run jera. Dikatakan oleh Evelyn, sesaat setelah keluar dari ruang penyidik Polda Metro, Rabu (13/11/2019),  penyelenggara telah melakukan wanprestasi setelah macet dalam membayar honor Evelyn yang diundang sebagai penampil di acara tersebut.

"Karena ini untuk pelajaran juga ke depannya untuk orang-orang yang maksudnya agar orang lain enggak ada korban lagi seperti kita, dan kita pun harus lebih berhati hati ke depannya itu pasti," ucap Evelyn yang saat membuat laporan didampingi pengacara Henry Indraguna.

Untuk  proses lanjutan dirinya menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada proses hukum yang ada. "Jadi, semoga ini jadi pelajaran dan saling introspeksi diri juga. Selanjutnya, aku serahkan ke hukum yang ada di Indonesia," ucapnya.

Menambahkan, kuasa hukum Evelyn, Hendri Indraguna mengatakan kliennya telah menyerahkan beberapa bukti untuk menguatkan laporan tersebut.

Oleh karenanya, Hendri berharap pihak kepolisian segera memproses laporan kliennya. "Buktinya adalah satu surat perjanjian ditambah lagi ada percakapan antara Evelyn dan yang bersangkutan dan ada beberapa lagi lah kita sudah bawa (bukti)," ucap Hendri saat mendampingi Evelyn.

Dalam laporan Evelyn, pihak penyelenggara acara dikenakan Pasal 378 KUHP atas dugaan penipuan. Laporan itu terdaftar dengan nomor register 7311/XI/2019/PMJ/Pid.Reskrimum. Dalam laporan yang tertera, Evelyn mengklaim alami kerugian sebesar Rp 55 juta rupiah atas sisa honornya yang belum dibayar.

Sebelum membawa kasus ini ke jalur hukum, pihak Evelyn telah melayangkan somasi kepada RA, penyelenggara sebuah acara yang mengundangnya baru-baru ini.

Henry Indraguna mengungkapkan, surat somasi tersebut telah dilayangkan kepada perusahaan RA pada Selasa (5/11/2019). "Kami sudah melayangkan somasi per tanggal 5 November 2019, dan sudah diterima di perusahaannya beliau ya kemarin, kurang lebih jam 3 sore dan akan berakhir besok jam 3 sore juga. Sudah ada tanda terimanya ya. Jadi sudah diterima juga," kata Henry

Kasus berawal ketika Evelyn mengaku belum dibayar untuk pekerjaan sebagai pengisi acara di sebuah kegiatan yang digelar pada 27 Oktober 2019 lalu. Menurut Evelyn, beberapa rekannya yang tampil di kegiatan itu juga merasa ditipu oleh RA.