BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Malta memberikan izin masuk bagi kapal penyelamat yang membawa sekitar 230 imigran, yang sebelumnya mendapatkan penolakan berlabuh di Italia sejak pekan lalu.

Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat, menuturkan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan pada kesepakatan dengan tujuh negara Uni Eropa pada Rabu (27/6/2018). Kapal Lifeline yang dioperasikan oleh perusahaan amal Jerman itu langsung diizinkan masuk tidak lama setelah kesepakatan tersebut tercapai.

"Lifeline akan diberikan izin memasuki pelabuhan Malta, di mana prosedur identifikasi, memastikan status suaka mereka, dan distribusi ke negara anggota lainnya akan segera dimulai," ujar Muscat. Akan tetapi, Muscat kembali menekankan bahwa Malta tidak bertanggung jawab secara hukum untuk mengizinkan masuk kapal itu. Ia juga menegaskan bahwa izin masuk tersebut hanya untuk satu kali ini saja.

"Pemerintah Malta maju untuk menjadi solusi sebelum situasi bertambah runyam hingga terjadi krisis kemanusiaan," ucap Muscat, sebagaimana dikutip Reuters. Lifeline merupakan armada kedua yang ditolak masuk oleh Italia sejak Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini mengambil keputusan kalau kapal penyelamat swasta tidak lagi diizinkan masuk dikarenakan mereka "tidak bisa mendikte kebijakan imigrasi Italia."

Sejak banjir imigran melanda Eropa, Italia memang sudah menerima sekitar 650 ribu orang. Mereka pun meminta kawasan mencari jalan keluar bersama. Masalah imigran ini lantas menjadi isu panas di Uni Eropa. Blok itu direncanakan akan mengadakan pertemuan khusus untuk membicarakan penangangan imigran pada Kamis (28/6) dan Jumat (29/6) mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Italia telah menolak sebuah kapal penyelamat yang membawa 230 imigran. Menteri Dalam Negeri baru yang berhaluan sayap kanan di negara tersebut mengatakan para imigran hanya akan melihat negaranya "di kartu pos saja." Ocehan terbaru Mendagri Matteo Salvini muncul sepekan setelah Aquarius, sebuah kapal yang berisi 630 pengungsi, juga ditolak dan terpaksa berbalik arah ke Spanyol.

Salvini mengatakan kapal tersebut, yang dioperasikan kelompok bantuan Jerman Mission Lifeline, mengangkut sekelompok imigran di perairan Libya. Mission Lifeline membantah, dan mengatakan para imigran itu diselamatkan di perairan internasional.