BREAKINGNEWS.CO.ID – CEO Facebook, Mark Zuckerberg menegaskan jika dirinya tidak akan turun dari kursinya di tengah kritikan pedas yang terus melanda perusahaan jejaring sosial tersebut.

"Turun dari jabatan sepertinya tidak termasuk rencana saya," ungkap bos Facebook tersebut seperti dilansir dari CNN Business, pada Rabu (21/11/2018).

Disamping itu, Zuckerberg juga mengatakan jika COO Sheryl Sandberg tak akan meninggalkan jabatannya meski sebelumnya ada tudingan Zuckerberg menyalahkan Sandberg atas kurang agresifnya Facebook menanggapi kebocoran data Cambridge Analytica.

"Sheryl adalah bagian yang sangat penting dari perusahaan ini dan dia telah memimpin banyak upaya untuk mengatasi banyak masalah terbesar yang kami miliki. Dia sudah menjadi mitra penting bagi saya selama 10 tahun. Saya berharap kami akan bekerja bersama selama beberapa dekade lagi," tegasnya.

Pernyataan tersebut terkait dari laporan New York Times pada pekan lalu yang mengklaim jika Facebook belum cukup transparan mengenai campur tangan Rusia selama pemilu AS 2016 di platformnya.

Selain itu, laporan tersebut juga menyatakan jika Facebook dalam hal ini Sandberg terlibat dalam kerjasama dengan Definers Public Affairs untuk membuat kampanye hitam untuk para pesaingnya.

Kelompok itu dilaporkan mendorong wartawan untuk memeriksa hubungan antara miliarder liberal George Soros dan aktivis yang memprotes Facebook. Sementara itu, Zuck mengatakan bahwa perusahaan telah membuat banyak perubahan substantif selama setahun terakhir.

"Jika Anda melihat tim manajemen kami pada akhir 2018 akan terlihat sangat berbeda dengan apa yang ada di awal tahun. Di sisi produk dan teknik, kami sepenuhnya merestrukturisasi sesuatu,” jelas Zuckerberg.

Sejak Mei lalu, kepemimpinan di Facebook, WhatsApp dan Messenger telah mengalami perubahan besar. Bakat-bakat yang ada di aplikasi utama Facebook itu dialihkan untuk mengerjakan usaha baru perusahaan seperti blockchain.

Zuckerberg pun telah menunjuk pemimpin baru di bidang pemasaran, kemitraan, dan komunikasi. Selain itu, perusahaan baru-baru ini juga mempekerjakan Mantan Deputi Perdana Menteri Inggris Nick Clegg untuk memimpin urusan global. Akan tetapi, di luar itu semua, Zuckerberg masih memegang kekuatan luar biasa di Facebook di mana ia memegang mayoritas kekuatan suara di perusahaan.