BREAKINGNEWS.CO.ID - Di tahun 2017, film ‘Pengabdi Setan’ menduduki posisi pertama film Tanah Air dengan penonton terbanyak. Selain mendapat respons baik dari pengamat dan penggemar film. Film karya sutradara Joko Anwar ini juga ditayangkan di luar negeri, berbagai penghargaan pun sudah diraih.

Kesuksesan film Pengabdi Setan membuat masyarakat berharap akan adanya sekuel film ini. Hal ini lantaran jalan cerita yang menarik serta karakterisasi yang kuat membuat film ini masih melekat di ingatan masyarakat.

Bahkan tak sedikit yang tak bisa lupa dengan sosok Ibu. Hal itulah yang membuat para penikmat film berharap akan dibuat sekuel Pengabdi Setan.

Hanya saja sepertinya para pecinta film harus gigit jari lantaran pemeran Ibu dalam film Pengabdi Setan, yaitu Ayu Laksmi mengatakan sampai saat ini belum ada informasi soal dibuat atau tidaknya sekuel film tersebut nantinya.

Ayu mengaku belum mendengar kabar tentang dibuatnya sekuel Pengabdi Setan dari pihak produksi, tetapi ia juga tak menampik jika ingin mengambil peran jika akan dibuat sekuel Pengabdi Setan.

“Untuk film Pengabdi Setan kami belum diinfo. Saya masih menunggu apakah film ini akan dibuat yang kedua,” ungkap Ayu saat ditemui di ICE BSD, Tangerang Selatan, Minggu, 23 September 2018.

Ia pun menambahkan, “Saya sih mau (ikut ambil peran), tetapi sutradaranya akan menghendaki saya untuk terlibat di dalamnya enggak, gitu,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ayu mengaku setelah membintangi film Pengabdi Setan, tawaran untuk memerankan film horor banyak yang berdatangan. Namun, ia belum mau menerimanya karena sengaja menunggu proyek Pengabdi Setan selanjutnya.

Sementara itu, Pengabdi Setan diketahui sudah berpartisipasi di lebih 40 festival film di dunia dan meraih banyak penghargaan. Beberapa yang diraih adalah penghargaan dari Festival Film Horor Popcorn Fright, dan Overlook Film Festival.

Selain laris di negara sendiri, film yang rilis 28 September 2017 ini juga laris manis di Malaysia. Pendapatan 'Pengabdi Setan' yang dibuat ulang dari film yang berjudul sama pada 1980 ini juga mencapai RM 6 juta atau mendekati angka Rp 20 miliar di Negeri Jiran.