BREAKINGNEWS.CO.ID – Tim nasional Denmark hanya mampu bermain imbang kontra Timnas Australia di laga kedua babak penyisihan Grup C pada Kamis (21/6/2018) malam WIB kemarin. Penjaga gawang Denmark, Kasper Schmeichel merasa jika sistem Video Assistant Referee (VAR) belum siap digunakan di Piala Dunia.

Pada laga tersebut, tim asuhan Age Hareide awalnya berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-7 melalui aksi bintang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen. Namun, Timnas Australia akhirnya mampu menyamakan kedudukan dari titik putih sesudah sundulan Mathew Leckie menyentuh tangan Yussuf Poulsen di kotak terlarang.

Wasit asal Spanyol, Mateu Lahoz awalnya sempat meminta supaya pertandingan tetap dilanjutkan karena merasa insiden itu bukanlah penalti. Akan tetapi beberapa detik kemudian, Lahoz mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan guna melihat tayangan VAR untuk insiden handball Poulsen.

Ia pun langsung menunjuk titik putih dan hal tersebut dapat dieksekusi dengan baik oleh Mile Jedinak. Hal ini membuat Kasper Schmeichel berang lantaran yakin partnernya tak bermaksud menahan laju bola secara sengaja.

“Saya rasa keputusan itu mengubah laga dengan caranya tersendiri. Saya pikir keputusan itu sangat kejam,” ungkap penjaga gawang Leicester City itu usai laga.

“Saya tidak tahu apa yang bisa Poulsen lakukan di situasi tersebut. Dia melompat, jadi tangan sedikit terangkat dan sundulan [Leckie] menyentuh tangan dari jarak setengah meter. Jadi saya tidak tahu bagaimana bisa Anda memberikan putusan penalti tapi sayangnya wasit melihat dari sudut pandang berbeda.”

“Jika anda akan memberikan keputusan-keputusan seperti itu maka Anda akan mengadapi banyak sekali penalti.”

“Saya rasa sistem VAR masih butuh banyak perbaikan. Saya pikir sistem tersebut belum perlu diterapkan. Nantinya mungkin akan bisa bekerja tapi sudah ada dua pertandingan beruntun di mana kami harus kecewa gara-gara VAR.”

“Kami pun memiliki situasi [penalti] di mana Andreas Cornelius mencoba berdiri di atas kakinya. Dia mungkin terlalu jujur dan seharusnya memperoleh penalti, tapi ia jujur dan mencoba untuk tetap berdiri.”

“Itu mungkin situasi di mana VAR bisa membantu wasit. Tendangan bebas atas pelanggaran Yussuf Poulsen berujung pada tendangan penjuru sehingga lawan mendapatkan penalti…seseorang harus memberi tahu wasit bahwa itu merupakan keputusan yang buruk,” pungkasnya.