Pemerintah Kota Bogor akan lakukan pertemuan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor. Pertemuan dikerjakan untuk memastikan tarif spesial angkutan perkotaan (angkot) ber-AC.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati menyebutkan, penggunaan AC pastinya akan punya pengaruh pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Karenanya, pihaknya akan merinci berapakah besar kenaikan tarif angkot ber-AC nanti.

" Kelak kami akan kalkulasi (tarif angkot AC) sesuai sama rumusnya, " tutur Rakhmawati, Senin (3/7/2017).

Rakhmawati memberikan, dengan terdapatnya sarana AC, automatis tarif angkot turut sesuaikan. Walau alami penyesuaian, dianya percaya kenaikan tarif angkot akan tidak besar.

Diluar itu, tidak semuanya angkot akan dipasangi AC. Dishub akan pilih angkot yang masih tetap baru dengan cc yang besar untuk dipasangi AC. Sebab, sampai saat ini, banyak angkot di Kota Bogor yang kemampuannya masih tetap 1. 000 cc.

“Kalau angkot yang lama tidak dapat dipasang karna mesti ada peremajaan terlebih dulu, ” papar dia.

Pemkot Bogor terlebih dulu sudah terima pertolongan sejumlah 10 unit AC dari perusahaan transportasi on-line Uber serta Go Car yang di dukung oleh Kementerian Perhubungan, di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

Terkecuali Bogor, kota yang lain yang memperoleh pertolongan sama yaitu Kota Bekasi, Kota Tanggerang, serta DKI Jakarta.

Penetapan angkot ber-AC ini sesuai sama proses Ketentuan Menteri Perhubungan Nomor 29 Th. 2015 mengenai Standard Service Minimum Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga membidik, semuanya angkot mesti ber-AC paling lambat Februari 2018 yang akan datang.

Tag