BREAKINGNEWS.CO.ID -  Good Morning Everyone selalu punya cara untuk memikat hati para pendengar setia musik mereka. Setelah sebelumnya sukses mencuri hati publik lewat beberapa nomor single seperti "Move On", "Friendzone", dan "Tunggu Aku", kini mereka mencoba kembali memanjakan telinga pendengarnya lewat sebuah single baru yang diberi tajuk, "Secepat Mungkin".

Masih memilih tema tentang kasih dan sayang. Secara lirik, single ini mengambil sudut pandang tentang refleksi kepedulian seseorang terhadap orang yang disayanginya seperti misalnya keluarga, kekasih, ataupun sahabat. Dan lagu ini sendiri terinspirasi dari istri dan ibu saya. Ya, karena memang bagi saya, mereka adalah sosok yang sangat amat berjasa. Dikatakan oleh Yuli, Gitaris sekaligus penulis lagu "Secepat Mungkin", lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang tidak tega melihat orang yang disayanginya sedih. Maka secepat mungkin, dirinya mencoba untuk menjadi orang yang selalu ada dan menemani orang terkasihnya disaat sedih atau pada kondisi apapun.

"Jadi sebenarnya lagu ini bercerita tentang seseorang yang nggak tega melihat orang yang disayanginya itu sedih. Kemudian si orang ini mencoba menenangkan orang yang dicintai itu, bahwa tenang saja, jangan sedih, karena disini ada aku," kata Yuli.

Berbeda dengan karya-karya GME sebelumnya, dari segi musik "Secepat Mungkin" justru disajikan dalam nuansa 90an yang kuat. Yuli (Gitar), Ichsan (Vocal), Daniel (Gitar), Dhani (Bassist) dan Erwin, (Keyboard), sepakat bahwa single ini memang terinspirasi dari musisi tahun 90an. Bukan berarti ikut-ikutan nimbrung terhadap trend yang terjadi saat ini, dimana musik-musik era 90an tengah naik daun, pemilihan nuansa tersebut dikarenakan tak bisa dipungkiri bahwa GME adalah band yang besar dari musik-musik 90an. Jadi ini semacam bentuk apresiasi mereka terhadap para seniman terdahulu sekaligus refleksi karya yang lebih jujur dari Good Morning Everyone.

"Sebenarnya bukan karena ingin mengikuti jaman. Sejujurnya GME sendiri memang band yang tumbuh bersama musik 90an. Kita memang suka dengan musik era 90an. Jadi bisa dibilang ini adalah bentuk karya yang jujur yang kami berikan. Bukan berarti karena sekarang ini 90s lagi hype terus kita ikut-ikutan gitu engga," kata Yuli.

“Sampai music video di rilis pun, banyak netizen yang berkomentar kita ini mirip Sheila on 7 lah, penerus nya Sheila on 7 lah dan masih banyak lagi, kita hanya mengamini jika di sandingkan dengan band legend seperti Sheila on 7, tapi yang jelas, kami “Good Morning Everyone” dan Sheila On 7 mempunya ciri khas masing-masing,” Ujar imam selaku founder Sswila Music (Label Good Morning Everyone bernaung) ketika di hubungi via telepon seluler.

Untuk pengerjaannya sendiri, Yuli mengatakan bahwasannya tak begitu banyak memakan waktu. Hanya membutuhkan kurang lebih satu Minggu merampungkan lagu dari proses penulisan lirik hingga rekaman. Perekaman audio lagu "Secepat Mungkin" sendiri dilakukan di GME Studio, dan di mixing oleh Erwin Hadinata yang juga sekaligus keyboardist Good Morning Everyone. Untuk mastering sendiri, Good Morning Everyone masih mempercayakannya kepada Sterling Sound, New York, Amerika Serikat dengan balutan si tangan dingin, Randy Merrill yang pernah bekerja untuk Justin Bieber, Adele, Lady Gaga, dan Mark Ronson sebagai sound engineer-nya. "Secepat Mungkin" juga sudah bisa secara resmi didapatkan pada semua platform pemutar musik.