BREAKINGNEWS.CO.ID - Perjalanan kisah dua pebulutangkis nasional, Susy Susanti dan Alan Budikusuma, naik ke layar lebar. Perusahaan Film Damn! I Love Indonesia Movies bekerja sama dengan Oreima Films dan East West Synergy mempersembahkan sebuah film "Susy Susanti - Love All".  Di tengah kesuksesan pebulutangkis Indonesia yang masih dalam ingatan, kini saatnya publik menyambut kisah dari legenda badminton Susy Susanti. Dalam film ini Susy Susanti diperankan oleh aktris Laura Basuki. Sementara Alan Budikusuma diperankan Dion Wiyoko.

Susy yang merupakan manager timnas bulutangkis Indonesia di Asian Games 2018 merupakan sosok yang layak untuk diteladani. Susy yang telah menyalahkan api pada saat pembukaan pawai obor Asian Games membuat rumah produksi menjadikan sebuah film biopik.

Film Susy Susanti - Love All.



Perjalanan kisah sukses Susy Susanti saat usia yang masih muda dan masih tetap setia berbakti kepada negara melalui badminton hingga sekarang jelas merupakan idola yang patut dibanggakan. Melalui film ini, semangat perjuangan Susy Susanti akan diteruskan ke generasi selanjutnya, Susy seakan menyerahkan obor ke Laura untuk menunjukkan bahwa siapapun bisa jadi juara meskipun bukan atlet.

Film "Susy Susanti - Love All" berkisah tentang lika-liku perjalanan karir Susy Susanti yang menginspirasi sejak kecil hingga kesuksesan nya di Olimpiade Barcelona 1992. Film sedang melakukan tahap produksi yang sudah dimulai sejak Agustus 2018. Pada hari ini, Rabu (19/9/2018) tim produksi mengajak,  para pemain dan media untuk melihat proses syuting dan pengenalan film yang dihadiri, sudradara, produser dan para pemain "Susy Susanti - Love All” di Badminton Hall, Istora Senayan, Jakarta.

Untuk penggarapan film, posisi sutradara dipercayakan kepada Sim F yang dikenal dengan karya komersialnya yang telah menjadi tampilan visual bagi berbagai film di Indonesia. Reza Hidayat produser dan Daniel Mananta sebagai Executive Produser bertanggung jawab sebagai produser film ini mengaku cukup senang bisa bekerja sama membuat film "Susy Susanti - Love All”.

“Pertama kali saya bertemu Susy Susanti sekitar enam  tahun yang lalu. Kami ingin membuat film yang bertemakan soal cinta, cinta terhadap semua. Terhadap negara, Tuhan, orang tua dan olahraga ini yakni Badminton. Cinta ini sebuah kekuatan seorang Susy Susanti berada seperti ini, sampai akhirnya menyalakan obor, kita bisa melihat semangat api dari tahun 1984 pertama kali memenangkan World Championship Junior Badminton, ketika beliau umur 14 tahun, semangat api tersebut yang terus dikobarkan melalui film ini, api tersebut bisa masuk generasi milenial, kami bersyukur banget dikasih kesempatan, dipercayai  kepada seorang Susy Susanti untuk membuat film ini,” ujar VJ Daniel Mananta.

"Mungkin sedikit tambahan, kita merasa sudah saatnya film Indonesia yang secara ide dan konsep bisa membuat sebuah film bisa bicara masa yang akan datang, Susy Susanti adalah gambaran kita bisa menjadi juara, yang ingin disampaikan di film ini, tidak hanya di bidang olahraga saja, kita bisa punya suara di Indonesia, jika kita jurnalis kita bisa jadi penulis yang bagus, film maker kita bisa membuat film yang bagus," ujar Reza Hidayat.

Meski tidak berperan langsung dalam film ini, Susy Susanti dan Alan Budikusuma mengatakan sangat senang perjalanan kariernya diangkat menjadi film. "Saya rasa baik Laura Basuki dan Dion mirip banget, harapan saya film ini bisa jadi satu inspirasi bagaimana kesuksesan itu, orang mungkin melihat saya sukses diatas film ini, mudah-mudahan sukses dibidang apapun," ujar Susy Susanti.  "Saya sangat senang dengan adanya film ini, yang ada kita harapkan film ini sukses bukan hanya di Indonesia tapi juga diputar di luar negeri," ujar Alan Budikusuma.