BREAKINGNEWS.CO.ID
Perkara pidana penganiayaan ringan Yenny Susanti terhadap Erlina Sukiman diputus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Terdakwa Yenny Susanty divonis bersalah atas kasus yang dilakukannya itu.
 
"Mengadili dan menyatakan terdakwa Yenny Susanti terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan ringan," ucap Erwin Djong, Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan kasus itu di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (29/10/2019).

Dalam putusannya Majelis Hakim menjatuhkan pidana Yenny Susanti selama dua bulan penjara, namun tidak perlu dijalani terdakwa. Hukuman badan baru akan dijalankan bilamana terdakwa mengulangi lagi perbuatannya. "Menyatakan pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani terdakwa, kecuali dikemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim sebelum masa empat bulan. Memerintahkan agar terdakwa tidak ditahan," ujar Erwin yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat itu. 

Dalam pada itu, Majelis Hakim juga memutuskan semua barang bukti seperti kaos, celana warna oranye dll dikembalikan kepada yang berhak. "Sekaligus membebankan biaya perkara sebesar Rp2000," ujar Erwin.

Atas putusan yang disampaikan itu terdakwa menyatakan minta waktu atau pikir-pikir untuk memutuskan menerima atau melakukan upaya banding sebagai langkah hukum berikutnya. 
 
Terdakwa Yenny yang didampingi suami dan pengacaranya langsung bergegas keluar saat Ketua Majelis Hakim mengetuk palu putusan. 
 
Sejak kasus ini disidangkan cukup menarik perhatian pengunjung karena melibatkan dua pihak bertetangga yang bersebelahan rumah dan saling lapor ke polisi hingga kasusnya berakhir di meja hijau. 
 
Peristiwanya terjadi di halaman rumah Erlina Sukiman pada Jumat, 13 April 2018 lalu. Saat itu Yenny melabrak rumah Erlina yang berada di sebelah rumahnya. Yenny meminta agar anak Erlina, yakni Carolyn, menghentikan suara pianonya dari dalam rumah, karena dianggap bising dan mengganggu. 
 
Padahal, saat itu Caroly sedang mengajar les piano ke muridnya. Karena emosi dan sempat adu mulut, diduga Yenny akhirnya menampar wajah Erlina.

Saat itu Nurhayati, ibu Erlina, melerai keduanya. Karena penamparan itu, Erlina melaporkan Yenny ke polisi atas dugaan penganiayaan.

Yenny kemudian ditetapkan tersangka, meski tak ditahan. Setelah kasusnya disidangkan, Yenny akhirnya divonis bersalah atas tindakannya terhadap Erlina.
 
Di sidang sebelumnya, Leo Famli, SH berkeyakinan duplik yang disampaikan tim Penasehat Hukum terdakwa tidak akan berpengaruh terhadap putusan hakim yang akan diputuskan pada Selasa (28/10/2019).
 
Leo berpandangan apa yang dilakukan Yenny amat jelas terangkum dalam materi Replik yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum. “Biar saja, karena perbuatan penganiayaan yang dilakukan terdakwa Yenny Susanti terhadap Erlina Sukiman, terangkum dalam materi Replik yang dibacakan Jaksa,” sebut Leo.