BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejumlah pihak menyayangkan munculnya hal-hal provokatif yang menciptakan kegaduhan di awal tahun 2019 ini. Adapun kegaduhan tersebut membuat publik heboh dengan salah satu isu tujuh kontainer surat suara tercoblos yang ternyata merupakan kabar bohong alias hoax.

Dan yang paling disesalkan oleh publik adalah informasi itu justru disebar melalui cuitan Ustadz Tengku Zulkarnain yang notabene anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wasekjen Demokrat Andi Arief.

Pasalnya, cuitan Ustadz Tengku Zulkarnain terkait hoax surat suara yang tercoblos itu viral namun tiba-tiba setelah gaduh cuitan itu lenyap di lini masa. Hal yang sama juga disampaikan oleh Andi Arief dan tiba-tiba cuitannya yang membuat gaduh itu pun menghilang.

Berangkat dari persoalan tersebut, massa yang tergabung dalam Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) berunjuk rasa didepan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat. Mereka meminta agar MUI mengevaluasi posisi Tengku Zulkarnain karena tidak mampu menjaga marwah MUI itu sendiri.

"Kenapa informasi tujug kontainer surat suara tercoblos yang ternyata hoax itu ditelan mentah-mentah yang belum tentu kebenarannya lalu disebar dan menimbulkan kegaduhan. Ini bukan karakter ulama, mestinya Tabayun terlebih duludan minimal punya niatan baik yang seharusnya menghubungi KPU melalui LO nya," tegas Kordinator aksi JIMI Faris saat berorasi, Kamis (10/1/2019).

"Tengku Zulkarnain ini anggota MUI atau corong parpol, apa corongnya Prabowo? MUI harus berbenah jika ingin menjaga marwah MUI, jangan biarkan citra MUI tercoreng dengan sosok Tengku Zulkarnain," sambungnya.

Lebih lanjut, Faris menilai manuver Tengku Zulkarnain kali ini menjadi blunder buat dirinya akibat kerap menyinyir. Ia menilai bahwa Tengku Zulkarnain nampaknya lupa menyandang gelar anggota MUI sehingga keblinger dengan yang namanya popularitas.

"Kita positif thingking saja, jangan-jangan Tengku ini terinspirasi dengan gaya-gayanya Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang sudah ketipu hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Kok masih saja diulangi. Kalau mau jadi politisi mending lepas jabatanmu di MUI, sangat tidak pantas menjadi panutan umat," tuturnya.

Faris pun berharap MUI bisa diisi oleh figur-figur yang bisa membawa kedamaian dan kesejukan bukan kebencian dan permusuhan. "Rekam jejaknya kan kelihatan dengan materi ceramah yang dibawakan kerap menyinyir dan memprovokasi jamaah agar membenci pemerintahan Jokowi. Sangat miris sekali MUI kok diisi orang demikian, bukannya sampaikan ceramah sejuk dan damai," tambah dia.

"Kami sarankan kepada Ustadz Tengku Zulkarnain lebih baik anda keluar dari MUI, lebih baik bergabung dengan partai pro Prabowo seperti PKS, Gerindra atau PAN. Kami butuh ulama menyejukkan bukan provokator," imbuhnya.