BREAKINGNEWS.CO.ID - Artis peran Jennifer Dunn kembali menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018). Atas kasus penyalahgunaan narkotika, Jennifer Dunn harus menerima hukuman lebih berat. Pada sidang sebelumnya 24 Mei 2018 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jennifer Dunn hanya dituntut delapan bulan penjara saja.

Namun, kali ini Jennifer Dunn justru dijatuhi vonis lebih berat, yakni hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 800 juta subsider dua bulan. Hakim menilai Jennifer Dunn terbukti melanggar Pasal 112 Ayat 1 juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 "Mengadili menyatakan Jennifer Dunn terbukti secara percobaan melawan hukum, menyediakan, menjatuhkan pidana dan oleh karena pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta jika tak dipenuhi dilanjutkan dua bulan ditetapkan dipotong masa penahanan," ujar Riyadi Sunindyo Florentinus selaku hakim ketua pun telah mengetuk palu sebagai penanda vonis telah dijatuhkan.

Usai vonis diputuskan, hakim juga memberi kesempatan pada pihak Jennifer untuk mengajukan banding. Tepatnya selama tujuh hari, hakim memberi waktu pada pihak Jennifer Dunn untuk mengajukan banding.

Jennifer Dunn terseret perkara narkoba usai ditangkap di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017. Penangkapan Jennifer merupakan pengembangan dari keberhasilan polisi meringkus FS, seorang pengedar narkotika jenis sabu. Dari hasil pemeriksaan, Jennifer Dunn dianggap terbukti membeli sabu seberat 0,221 gram lengkap dengan alat hisapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Jennifer Dunn, Pieter Ell mengkritisi vonis yang telah ditetapkan. "Lucu aja. Orang sakit kok di penjara. Justru karena sakit itu diobatin harus tuntas. Misalkan orang sakit jiwa di penjara, apakah bisa sembuh, nggak akan sembuh. Emang ini penjara di mana, penjara di Indonesia. Kita tahu lah," kata Pieter.

Selain itu, Jennifer yang dianggap sebagai publik figur, dikhawatirkan akan menjadi contoh tidak baik. "Melihat animo media di persidangan, terdakwa mengaku sebagai ibu rumah tangga, tetapi semua orang dianggap tahu bahwa terdakwa adalah publik figur. Maka dengan perbuatan terdakwa yang berhubungan dengan narkotika, dikhawatirkan menjadi contoh yang tidak baik di masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, hukuman penjara diperuntukkan untuk para pengedar, bukan pemakai seperti Jennifer Dunn. "Itu pengedar, beda, ini kan orang sakit, adiksi ketergantungan di undang-undang bilangnya begitu. Di negara lain, di Amerika negara lain juga artis-artis terkenal juga terkena. Tapi kan putusannya rehab. Orang sakit masa di penjara," tegasnya.

Meskipun mengaku tak kecewa, Pieter menilai putusan itu lucu. "Intinya harus diobatin, ketergantungan harus diobatin. Undang-undang di narkotika itu orang sakit orang ketergantungan, harus diobati. Saksi ahli juga yang hadir ngomongnya gitu. Ya saya nggak kecewa, tapi lucu aja," tandasnya.