BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selalu mengawasi konten-konten negatif terhadap anak. Hal ini didesak banyaknya selebritas yang mengirim foto di akun media sosial seperti Instagram. Kali ini, KPAI kembali menegur selebgram Anya Geraldine. Anya Geraldine menuai sorotan KPAI lantaran foto-foto seksinya di Instagram dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap anak. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto.

Aksinya yang mengumbar keseronokan dikhawatirkan dapat mempengaruhi anak. Anya Geraldine kerap mengumbar kemesraan dan foto bergaya seksi dengan kekasihnya. "Kami mengingatkan agar Geraldine tidak mengulangi perbuatan yang sama karena bisa berdampak negatif bagi anak," kata Santo di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Seperti diketahui, ini bukan kali pertamanya KPAI memanggil Anya, pada tahun 2016, KPAI telah memanggil Geraldine karena video mesranya yang diunggah di Youtube seiring laporan masyarakat yang merasa keberatan dengan konten tersebut. "Jika masih mengulangi lagi perilaku yang sama dengan sebelumnya, KPAI akan mempertimbangkan untuk pemanggilan kembali. Ini semata-mata untuk memastikan perlindungan anak yang lebih baik," kata dia.

Dia mengatakan konten yang disajikan Geraldine kurang pas dan dikhawatirkan akan ditiru oleh anak Indonesia, terlebih banyaknya anak yang mengakses media sosial. Menurut dia, 70 persen perilaku anak sangat dipengaruhi proses lingkungan seperti dari tayangan di media massa dan media sosial. Media mempengaruhi terhadap cara berfikir, bersikap dan berperilaku anak.

Untuk itu, Santo berharap para artis dan semua pihak harus menjaga nilai-nilai kesusilaan untuk keteladanan bagi anak. Apalagi, saat ini semangat penguatan pendidikan karakter telah menjadi komitmen besar negara. Tentu semua pihak harus punya napas yang sama. "Geraldine juga harus lebih baik dari sebelumnya sebagaimana adanya komitmen perbaikan saat dipanggil KPAI tahun 2016," kata dia.

Dalam hal ini, tayangan di media serta konten di media sosial juga memengaruhi cara berfikir, bersikap dan berperilaku anak. Maka, para publik figur dan semua pihak harus menjaga nilai-nilai kesusilaan di media sosial miliknya masing-masing.