Pada sidang kontrol saksi masalah perampokan di Pulomas yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/7/2017), dua terdakwa menyanggah info seseorang saksi.

Kesaksian pertama datang dari Fitriani (18). Waktu di tanyai majelis hakim, Fitriani mengatakan kalau beberapa terdakwa memaksa serta mendorong korban masuk satu per satu kedalam kamar mandi yang diprediksikan olehnya cuma memiliki ukuran 1 x 1, 5 mtr. persegi, lantas segera tutup serta mengunci pintunya.

" Ada paksaan dan ancaman, ada yang katakan 'jangan melawan, bila melawan ditembak! ' " tutur Fitriani, pada majelis hakim.

Pernyataan Fitriani pernah di tanyakan kembali oleh jaksa penuntut umum, serta dibenarkan oleh Fitriani.

Waktu info saksi di rasa cukup, majelis hakim bertanya pada ke-3 terdakwa masalah itu, yakni Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga serta Ius Pane tentang kebenaran kesaksian Fitriani.

Erwin serta Alfins segera menyanggah kesaksian Fitriani tentang dorongan serta urutan penyekapan korban.

" Tidak benar. Saya tidak mendorong serta tidak segera ditutup, baru 8 orang masih tetap di buka sedikit. Saya yang jagalah, " tutur Erwin.

Waktu di tanya majelis hakim, Alfins menyebutkan hal yang sama. Dia tidak mengaku ada pemaksaan dengan mendorong.

Walau demikian, Fitriani percaya pada kesaksiaannya serta tidak merubah info yang sudah diberi.

Tiga tersangka masalah perampokan serta penyekapan dirumah Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, yaitu Erwin Situmorang, Yus Pane, serta Alvin Sinaga sudah melakukan sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (15/6/2017). Pengacara ke-3 tersangka, Jarot Widodo, menyebutkan ke-3 clientnya didakwa jaksa dengan pasal berlapis.

Mereka dipakai Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan merencanakan, Pasal 339 mengenai pembunuhan didahului kejahatan, Pasal 338 mengenai pembunuhan, Pasal 365 mengenai pencurian dengan kekerasan, Pasal 363 mengenai pencurian dengan pemberatan, serta Pasal 333 mengenai penyekapan.

Dalam masalah itu, Dodi serta dua dua anaknya, dan seseorang rekan anaknya, serta dua asisten keluarga itu tewas sesudah disekap grup perampok itu dalam satu kamar mandi dirumah Dodi.

Tag