BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menghadiri deklarasi dukungan dari berbagai alumni universitas di Indonesia di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019) sore.

Di hadapan para lulusan universitas di Indonesia, Presiden Jokowi memamerkan kemenangannya ketika dirinya bersaing dalam pemilihan kepala daerah di Surakarta dan DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato singkatnya pada Sabtu (12/1). Mula-mula Jokowi mengutarakan awal mula kiprah politiknya, karena sebelumnya dia merupakan seorang pengusaha.

Jokowi mengaku terkejut dan pusing karena dunia politik dan pemerintahan berbeda jauh dari perkiraannya. Dia pun mengakui menjadi pemimpin negara butuh pengalaman dalam hal kepemimpinan. "Apa yang saya alami? Kaget dan harus banyak belajar. Di awal pusing karena belum miliki pengalaman di pemerintahan. Itu yang saya sampaikan di awal, perlu pengalaman untuk memerintah. Apa lagi negara Indonesia besar begini. Jangan coba-coba," ujar Jokowi.

Jokowi lantas bernostalgia ketika dia mengikuti Pilkada Surakarta pada 2005 lalu. Dia mengaku ketika itu kalah pamor dari tiga pesaingnya. Jokowi lantas menang saat itu, meski selisihnya tipis. Di masa berikutnya dia kembali mengikuti pilkada Surakarta dan menyatakan menang mutlak dari lawannya.

"Kemudian masuk periode kedua. Tanpa kampanye, tanpa keluar uang, saya masuk periode dua dan dapat 91 persen, periode pertama 37 persen," kata Jokowi, yang disambut gemuruh oleh para pendukung yang hadir. Belum selesai menjalani masa pemerintahannya, Jokowi lantas ditarik untuk mengikuti Pilkada DKI Jakarta pada 2014. Saat itu dia berduet dengan Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok. Lagi-lagi dia dihadapkan pada kenyataan kalau sosoknya masih kalah pamor dari lawan-lawannya.

"Atas kehendak Allah, dan keinginan masyarakat yang beri amanah, saya masuk lingkup lebih besar di provinsi seperti Jakarta. Yang masalahnya sangat besar. Terutama banjir dan macet," ujar Jokowi. Jokowi mengklaim dengan berbekal pengalaman menjadi wali kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta, dia saat ini memahami tata cara mengelola negara.

"Karena pengalaman kota dan provinsi, waktu masuk kelola negara saya biasa saja karena sudah miliki pengalaman itu," kata Jokowi. Jokowi menyatakan pengalaman menjadi hal yang paling penting saat dipercaya menjadi pejabat publik. Meskipun demikian, dia mengaku butuh waktu untuk beradaptasi. "Di sebuah kota saya perlu 1-2 tahun untuk belajar, apa lagi untuk kelola negara. Butuh waktu berapa tahun pertanyaan saya?," ujar Jokowi.