JAKARTA - Densus 88 menangkap seorang warga Karanganyar, BW (41) yang diduga terlibat kasus terorisme. Dia diduga terkait dengan sejumlah kasus lama di Solo. Penangkapan dilakukan Senin (4/6/2018) pukul 06.30 WIB di sekitar TPU Bonoloyo, Kadipiro, Solo. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, tim gabungan kepolisian menggeledah rumah BW di Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyebutkan BW terlibat kasus bom molotov di Alfamart Serengan, Solo, dan Candi Resto Solo Baru, Sukoharjo pada 2016. "Ini kaitan dengan beberapa kasus yang terjadi beberapa waktu yang lalu, pengeboman di Candi Resto dan Alfamart Solo," kata Henik usai penggeledahan.

Menurut dia, BW termasuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Namun Kapolres memastikan dia tidak terlibat kasus bom di Surabaya. Saat penggeledahan, aparat juga menyita sejumlah barang dari rumah BW. Tetapi Henik mengaku tidak mengetahui barang bukti yang disita. Adapun peran BW, Henik juga mengaku tidak tahu. "Saya belum dapat laporan, tapi tidak ada bahan peledak," ujarnya.

Kerabat BW, Suprihatin, mengaku kaget saudaranya ditangkap oleh kepolisian. Sebab, BW yang kesehariannya bekerja sebagai pencari barang rongsok tidak pernah bersikap mencurigakan. "Selama ini baik-baik saja, orangnya cenderung pendiam, kerja ya biasa. Kerja bakti juga ikut, tidak mencurigakan," kata dia.