BREAKINGNEWS.CO.ID- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melanjutkan penanganan skandal Bank Century. Keputusan itu diambil setelah KPK melakukan gelar perkara terhadap kasus yang diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp7,4 Triliun tersebut. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun siap dipanggil KPK. 
 
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, salah satu pintu atau jalan untuk memanggil SBY melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani. 
 
"Satu-satunya pintu yang bisa memanggil SBY adalah Sri Mulyani. Karena pak Boediono waktu itu adalah dia Gubernur BI. Independen. Tapi kalau Sri Mulyani mengatakan bahwa saya mendapat perintah dari SBY, barulah SBY bisa dipanggil KPK," ujar Ferdinand di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). 
 
Sampai sekarang nama SBY kata Ferdinand belum pernah disebut dalam fakta persidangan. Bahkan secara politik dalam Pansus Bank Century juga tak pernah disebut. 
 
"Sampai sekarang kan tidak ada satu pun yang menyatakan pak SBY menyuruh atau apa pun. Tidak ada yang menyebutkan nama pak SBY. Jadi pak SBY mau dipanggil sebagai apa?," tegasnya. 
 
Ferdinand pun meminta semua pihak tak mengaitkan nama SBY melalui opini. "Jangan dikaitkan secara opini. Kalau bicara hukum itu fakta hukum yang harus kita lihat. Konstruksi hukumnya. Ya apakah ada yang menyebut nama pak SBY. Jadi sampai sekrang nama pak SBY tak disebut. Jadi pak SBY mau dipanggil sebagai apa? Jadi kalau bicara hukum seperti itu," katanya. 
 
Diketahui, KPK akan melanjutkan penanganan skandal Bank Century. Keputusan itu diambil setelah KPK melakukan gelar perkara terhadap kasus yang diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp7,4 Triliun tersebut.
 
"Hari ini pimpinan KPK dalam menggelar perkara itu sudah menyimpulkan dan memutuskan penanganan kasus Century ini akan dilakukan," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).
 
Lebih lanjut Febri menerangkan, pihaknya melakukan penyidikan dengan berbekal fakta-fakta baru yang terungkap di persidangan Budi Mulya beberapa waktu lalu. KPK akan melihat secara rinci peran dari aktor-aktor lain yang diduga terlibat dalam kasus ini.
 
"Misalnya diduga bersama-sama mengambil keputusan itu harus dipilah satu persatu," katanya