BANDUNG - Terkait dengan tragedi minuman keras (miras) oplosan yang menyebabkan belasan orang tewas di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mendapatkan perhatian serius dari Calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah bencana kemanusiaan. Untuk itu, persoalan tersebuut harus disikapi dengan serius oleh semua pihak.

Agar peristiwa serupa tidak terulang lagi, ia meminta kepada aparat keamanan (kepolisian) maupun Satpol PP di seluruh daerah di Jawa Barat harus secara masif dalam melakukan razia dan penindakan. Selain itu, pemerintah daerah juga harus mampu menerapkan kebijakan untuk mempersempit ruang gerak para penjual miras termasuk mengawasi perilaku para pemuda. Saat ada beberapa anak muda berkumpul, aparat keamanan harus mengecek, apa yang mereka konsumsi. Jika mengonsumsi miras atau zat berbahaya lainnya, lakukan tindakan tegas.

"Di Purwakarta, saya telah menerapkan kebijakan aparat pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan atau desa, wajib melakukan pengawasan ketat terkait peredaran dan konsumsi miras. Jika di satu wilayah terdapat kejadian miras, apalagi sampai tewas, aparat kewilayahan (kecamatan dan kelurahan/desa) mendapatkan sanksi administrasi dan pemotongan uang tunjangan," katanya, Selasa (10/4/2018).

Dirinya pun berujar, dengan menggunakan mekanisme tersebut, Kabupaten Purwakarta mampu menekan bahkan meniadakan kasus penyalahgunaan miras. "Terhadap penjual miras, selain sanksi hukum, dia juga mendapat sanksi sosial. Penjual miras diusir oleh pemerintah daerah dan masyarakat dari desa atau kelurahan tempat dia tinggal. Dengan hukuman ini, ada efek jera," ujarnya.