SUKABUMI - Calon wakil gubernur Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi mengatakan jika eksotisme Pantai Pesisir Selatan sangat khas. Garis pantainya terbentang dari Sukabumi sampai Pangandaran. Akan tetapi, banyak potensi yang belum maksimal digarap oleh stakeholder terkait. Dedi bertekad untuk menata pantai tersebut menjadi wisata maritim di kawasan pesisir selatan Jawa Barat. Menurutnya kawasan tersebut dapat menjadi surga maritim dunia.

“Grand design-nya, wisata pesisir selatan harus terintegrasi antara satu daerah dengan daerah lain. Pak Jokowi telah memberikan sumbangsih pembangunan infrastruktur untuk itu. Ke depan, ada bandara di wilayah selatan,” kata Dedi yang berpasangan dengan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang.

Adapun, debur ombak pantai selatan menurut dia, menjadi daya tarik tersendiri untuk para peselancar dunia. Ia pun mencontohkan seperti Pantai Hawaii di Amerika, peselancar seringkali berebut ruang untuk dapat berselancar. Hal tersebut kata dia, tidak akan terjadi di pantai selatan. “Kalau di sini, gelombangnya tinggi dan garis pantainya cocok untuk banyak peselancar. Jadi, tidak akan berebut seperti di Pantai Hawaii,” ucapnya.

Jawa Barat

Mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut bercerita, Jawa Barat mewarisi peradaban maritim yang dibangun Prabu Linggabuana di tatar Galuh, Ciamis. Bersama puterinya, Dyah Pitaloka atau Citra Resmi, sang prabu berangkat menuju Kerajaan Majapahit dengan menggunakan kapal-kapal besar. Sunda Kelapa (kini Jakarta) merupakan kota pelabuhan milik Kerajaan Padjadjaran pada masa lalu. “Identitas kita ini bangsa maritim. Kalau Pak Jokowi menyebut Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka kita siapkan Jawa Barat ini sebagai poros maritim nusantara,” tutur Dedi yang khas dengan iket Sunda itu.

Berdasarkan data pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, terdapat 147 pantai di kawasan selatan. Menurut Dedi, temuan ini merupakan peluang untuk menciptakan objek wisata alternatif. Selama ini, masyarakat hanya mengenal Pantai Santolo, Pangandaran dan Pelabuhan Ratu. “Akses pariwisata akan membuka pertumbuhan ekonomi baru. Masyarakat nanti bisa menjual produk kreatif mereka. Kesenian khas juga bisa ditampilkan untuk para wisatawan,” ucapnya.

Untuk itu, kunci utama untuk menuju orientasi tersebut Dedi mengatakan perlu mengatakan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Bahkan, sektor pendidikan pun dinilai sebagai basis yang harus dikuatkan. “Untuk jangka panjang tentu kita membutuhkan pendidikan yang sesuai dengan orientasi. Artinya, sejak dini anak-anak pesisir selatan dididik untuk sadar wisata, mulai dari menjaga lingkungan,” ujarnya.

Secara jangka pendek, Pemprov Jabar dapat membantu warga sekitar untuk membangun fasilitas. Seperti, rumah berkarakter Jawa Barat yang bisa digunakan sebagai pengganti hotel berbintang. “Wisatawan nanti tidak menginap di hotel, tetapi di rumah warga yang sudah kita tata rapi. Setiap rumah harus berkarakter khas Jawa Barat. Arsitekturnya ‘julang ngapak’ dengan rumah tipe panggung,” pungkasnya.