BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar MQ Iswara mengatakan jika Deddy-Dedi telah mempersiapkan segala jurus yang dibutuhkan dalam menghadapi debat ketiga yang akan digelar pada malam ini, Jum'at (22/6/2018). Iswara yakin jika paslon nomor urut 4 tersebut akan mampu tampil maksimal dalam acara yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar tersebut. "Untuk debat nanti, karena terakhir kita ingin menampilkan yang terbaik," katanya.

Adapun tema yang akan diusung dalam acara debat tersebut yakni mengangkat soal kebijakan publik dengan mengangkat isu sosial budaya, perempuan, anak, disabilitas yang akan tersaji dalam debat pamungkas tersebut. Iswara menjelaskan jika pasangan Deddy-Dedi akan berupaya secara maksimal dalam memaparkan seluruh program serta visi dan misinya dalam membangun Jawa Barat kedepan.

Hal itu bertujuan untuk memberikan pesan yang kuat serta mendalam kepada masyarakat jika Deddy-Dedi memiliki visi dan misi serta program yang lebih jelas dan lebih luas secara merata. "Ini debat terakhir. Kita akan menyampaikan pesan kuat yang akan melekat di benak pemilih. Nanti semua disampaikan oleh Pak Demiz dan Dedi Mulyadi yang selama ini dalam debat relatif kooperatif kalem," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku jika dirinya bersama pasangannya yakni Dedi Mulyadi akan tampil maksimal dalam acara tersebut. Alasannya, tema yang diusung dalam acara tersebut sudah tertuang dalam visi misi dan sembilan program prioritas yang akan diusungnya jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jabar nanti.

Ia mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam debat tersebut. Ia hanya ingin terus menggali berbagai isu yang dibantu dengan tim yang menambah pengayaan pengetahuannya. "Ada tim untuk memberi masukan-masukan. Alhamdulillah semua tema ada di visi misi dan sembilan program prioritas kita," ucapnya. Terlepas dari semua itu, dia meminta jaminan keamanan saat debat digelar. Pihaknya tidak ingin ada masalah yang bisa membuat jalannya debat kembali berakhir ricuh. "Saya minta jaminan, jangan sampai terjadi kerusuhan dalam debat seperti yang kedua. Karena kalau ricuh bahkan sampai ada korban jiwa ada potensi Pilkada ini ditunda," kata Deddy.

Senada dengan Deddy yang akrab disapa Demiz itu, Dedi Mulyadi pun mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam menghadapi acara debat terakhir Pilgub Jabar tersebut. Selain itu, pria yang khas dengan iket Sundanya tersebut mengaku tidak memiliki konsultan debat maupun panitia pengarah debat. Dengan modal turun ke berbagai tempat dan menemukan berbagai problem sosial dan kemasyarakatan, hal itu sudah cukup merupakan bagian dari bahan debat. "Saya tidak pernah ada referensi, ngalir saja. Siap bertanya, siap menjawab, siap menyampaikan pesan," tuturnya.

Dedi juga mengaku mendukung perubahan sistem debat kali ini yang meniadakan debat antar paslon (head to head). Alasannya, dengan mempertimbangkan terkait dengan penjagaan ketertiban selama acara tersebut berlangsung. Karena dalam dua kali debat yang sudah dilaksanakan, malah yang ditanyakan calon kadang-kadang tidak ada relevansi dengan pembangunan. "Karena kita juga sudah kita sampaikan visi dan gagasan sehingga masyarakat bisa mencerna dan memahami. Walaupun di putaran akhir debat ini banyak hal yang menurut saya menguras energi penonton, sebab menurut saya masih ada yang capek mudik, ada piala dunia juga," tambahnya.