BREAKINGNEWS.CO.ID- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf tengah mempersiapkan konsep debat perdana pasangan calon (Paslon) Pilpres 2019 yang digelar 17 Januari 2019 mendatang. 
 
"Kami sedang mempersiapkan secara internal, tim debat, konten, dan program kami saat ini sedang mendiskusikan, karena sisa beberepa beberapa tentu belum kami finalkan," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf dari Fraksi PPP, Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2018). 
 
TKN kata Arsul akan mempersiapkan tema debat dengan mengurucut pada soal hukum, Hak Asasi Manusia (HAM) dan pemberantasan korupsi. "Terutama soal tema dasar debat. Hukum, HAM, dan pemebrantasan korupsi," katanya. 
 
Khusus untuk kasus HAM kata Arsul, pihaknya akan memasukan persoalan pelanggaran HAM Capres No urut 02, Prabowo Subianto. Namun itu kata Arsul akan masuk dalam pertanyaan rahasia. 
 
"Itu namanya kalau saya sampaikan sekarang, bocoran dong. Kita enggak perlu bocorkan sekarang lah. Tapi kemungkinan itu ada (pelanggaran HAM Prabowo)," jelasnya. 
 
Diketahui, selama ini Prabowo kembali digoyang dengan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam reformasi 1998. Hal yang terjadi berulang kali itu adalah serangan politik musiman jelang Pilpres 2019.
 
Pola serangan pun selalu sama. Yakni dimulai dengan pengungkapan sejumlah dokumen milik pemerintah Amerika Serikat soal kondisi Indonesia saat 1998, dan peran sejumlah petinggi militer, termasuk Prabowo, ketika itu. 
 
Dokumen menyinggung peristiwa penculikan aktivis tertanggal 7 Mei 1998 itu dibeberkan oleh National Security Archive (NSA), Universitas George Washington. 
 
Di dalam dokumen itu tertulis kalau Prabowo Subianto yang saat itu memimpin Divisi Empat Kopassus, mengetahui penculikan dan penyiksaan aktivis pro demokrasi.