BREAKINGNEWS.CO.ID - Pasangan calon (paslon) Pilgub Jabar diimbau untuk tidak melakukan pengerahan massa saat acara debat ketiga pilgub Jabar yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat pada Jum'at (22/6/2018) mendatang. Imbauan tersebut pun datang dari calon wakil gubernur Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi. Menurutnya, setiap paslon cukup membawa 50 atau 100 orang massa pada acara debat tersebut. "Saya sudah sarankan tidak perlu ada pengerahan pendukung paslon, cukup 50 atau 100 orang lah, saya sih sarankan ke KPU begitu," kata Dedi, Kamis (21/6/2018).

Dedi mengatakan jika debat cukup dihadiri oleh para pengamat saja dan tidak perlu mendatangkan tim penggembira atau 'tim hore'. Pasalnya, acara tersebut akan langsung diliput oleh stasiun televisi. Jadi, menurut Dedi, debat tidak boleh seperti nonton di stadion. "Sehingga cukup para pengamat, wartawan, itu lebih asik, lebih indah, ini yang harus kita cermati. Karena yang nontonnya kan jutaan orang di luar gedung. Saya juga merasa aneh, kenapa debat ada pengarahan massa yang mungkin saja ada saling bertimbal antar pendukung," ucapnya.

Terlibatnya tim hore dalam acara debat kurang ada substansinya. Sebab, apapun yang sampaikan jagoannya, meskipun itu salah, tetap akan dibenarkan oleh pendukungnya. "Sebaliknya, jika ada yang ngomongnya bagus dari kubu calon lain, tetap disalahin terus. Ini kan bukan pertandingan sepakbola, ini pertandingan intelektual," ujarnya.

Dirinya pun mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam menghadapi acara debat terakhir Pilgub Jabar tersebut. Selain itu, pria yang khas dengan iket Sundanya tersebut mengaku tidak memiliki konsultan debat maupun panitia pengarah debat. Dengan modal turun ke berbagai tempat dan menemukan berbagai problem sosial dan kemasyarakatan, hal itu sudah cukup merupakan bagian dari bahan debat. "Saya tidak pernah ada referensi, ngalir saja. Siap bertanya, siap menjawab, siap menyampaikan pesan," tuturnya.

Dedi yang berpasangan dengan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar tersebut mengaku mendukung perubahan sistem debat kali ini yang meniadakan debat antar paslon (head to head). Alasannya, dengan mempertimbangkan terkait dengan penjagaan ketertiban selama acara tersebut berlangsung. Karena dalam dua kali debat yang sudah dilaksanakan, malah yang ditanyakan calon kadang-kadang tidak ada relevansi dengan pembangunan. "Karena kita juga sudah kita sampaikan visi dan gagasan sehingga masyarakat bisa mencerna dan memahami. Walaupun di putaran akhir debat ini banyak hal yang menurut saya menguras energi penonton, sebab menurut saya masih ada yang capek mudik, ada piala dunia juga," tambahnya.