JAKARTA-Test-event dari nomor eventing atau trilomba digelar sejak Jumat (13/10/2017) dan berakhir Minggu (15/10) ini. Eventing adalah salah satu nomor dari cabang olahraga equestrian dari berkuda yang mengombinasikan tiga disiplin sekaligus, yakni dressage, cross country dan jumping.

Road to Asian Games 2018 untuk nomor eventing ini diselenggarakan oleh PP Pordasi dengan Arthayasa Stable sebagai pelaksana. Arthayasa menjadi venue untuk kompetisi tunggang serasi dan lompat rintangan, sementara cross-country digelar di bekas arena pacuan kuda Pulomas yang telah mengalami revitalisasi total dan sepenuhnya sudah menjadi arena equstrian atau berkuda ketangkasan. 

Kompetisi tunggang serasi telah diselesaikan dengan baik di Arthayasa, di kawasan Limo, Cinere, pada Jumat. Sebanyak 15 rider berkompetisi, yakni Alvaro Menayang (D'Riders/Esprit D), Jojo Jonathan (Emporium/King Petra), Jendry Palandeng (APM/APM Wastle), Riko Ganda (Denkavkud/Lelis Blanch), Joko Susilo (Pegasus/Zion), Anto Budiarto (Arthayasa/Favourita), M.Akbar Maulana (Kurnia Stable/Autumn Spirit), Jamhur Huda (Denkavkud/Azalea), Andry Sutoyo (Aragon/Pramuda Wardhani), Galih Rasiono (Andiga/Albatros), Mia Arsjad (Emporium/Leslie), Yayat Subrata (Pegasus/Kabiala), Herdian Ramadhan (Aragon/Toar Esa), Albert Pelealu (Universitas Budi Luhur/Black Arrow), dan Marco Wowiling (Pegasus Oxone/Blue Marline Oxone).

Rafiq Hakim Radinal

Sesuai jadwal, kompetisi cross-country mestinya digelar di hari kedua, yakni Sabtu (14/10). Namun, pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB PT JIEP selaku pengelola arena equestrian Asian Games 2018, mengabarkan bahwa mereka tidak bisa memberikan tempat untuk dilakukannya cross-country karena venue-nya belum siap. 

Kabar tersebut segera menyebar termasuk diterima oleh para rider yang sebagian sudah meninggalkan Arthayasa untuk bersiap loading ke Pulomas. Rider yang sudah meninggalkan Arthayasa diminta kembali. Setelah berkumpul kembali, mereka diajak berunding oleh wakil PP Pordasi dan Arthayasa Stable selaku pelaksana test-event eventing dalam rangka Road to Asian Games itu.

Akhirnya, disepakati bahwa test-event tetap dilanjutkan. Namun, harus ada rotasi dari kompetisi trilomba atau eventing tersebut. Disiplin jumping yang semula dilangsungkan di hari terakhir yakni Minggu (15/10), dimajukan ke Sabtu (14/10). Di sisi lain, PP Pordasi dan panitia penyelenggara dari Arthayasa Stable mencoba melobi pimpinan PT JIEP agar mereka bisa memberikan ruang bagi dilangsungkannya cross-country pada hari Minggu.

"Sebenarnya ini hanya miss kominikasi saja," ujar Rafiq Hakim Radinal, pimpinan Arthayasa Stable. Menurut Rafiq, PP Pordasi sudah mengirim surat permohonan pemakaian venue di Pulomas untuk test-event eventing Asian Games XVIII tersebut pada 21 September lalu. Namun, setelah itu, tidak ada follow-up untuk kepastiannya.

Fatchul Anas (kiri) dan Sidiq, ayah dari rider Galih Rasiono.

Negosiasi dan lobi-lobi agar PT JIEP melunak antara lain dilakukan oleh Fatchul Anas, salah satu pengurus teras PP Pordasi dan juga Pengprov Pordasi DKI Jaya. Manajer tim berkuda di SEA Games Kuala Lumpur 2017 dan juga untuk Asian Games 2018 ini pada Sabtu pagi sudah berada di Pulomas, Jakarta Timur.

"Saya juga mesti memberi informasi pada stakeholders berkuda nasional yang sudah berada di sana dan ingin menonton cross-country ini, termasuk beberapa ketua Pengprov Pordasi dan sejumlah pemilik klub berkuda pacuan. Bagaiamana pun test-event Asian Games ini menarik," terang Fatchul Anas, saat ditemui Breakingnews.co.id di Arthayasa Stable, Sabtu siang.

Pemilik Kurnia Stable yang juga ayah dari rider potensial kakak-beradik M.Akbar Kurniawan dan M.Akbar Maulana ini langsung meninggalkan Pulomas setelah berhasil meyakinkan pimpinan PT JIEP bahwa gelaran cross-country tidak akan merusak venue equestrian yang tengah mereka bangun. 

Pada Sabtu jelang sore itu Ketua Umum PP Pordasi Mohammad Chaidir Saddak dan Rafiq Hakim Radinal bersama mengabarkan dan sekaligus memastikan jika cross-country jadi dikompetisikan Minggu di Pulomas.