BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Cina dilaporkan geram usai mengetahui kapal perang Inggris berlayar di Laut Cina Selatan (LCS) sekitar akhir bulan lalu. Beijing bahkan menganggap aksi kapal militer tersebut sebagai bentuk ‘provokasi' karena masuk wilayahnya tanpa izin.

Melalui pernyataan, Kementerian Luar Negeri Cina seperti dikutip Reuters, Kamis (6/9/2018), mengirim protes terhadap Inggris bahwa HMS Albion sudah memasuki perairan Cina di sekitar Kepulauan Paracel pada 31 Agustus 2018 lalu tanpa izin. Kepulauan itu terletak di wilayah Laut Cina Selatan yang diklaim sepihak oleh Beijing. Padahal lokasi kepulauan itu saat ini masih tetap menjadi sengketa antara Cina, Taiwan, serta Vietnam. Cina sendiri mengklaim 90 persen wilayah Laut Cina Selatan sebagai wilayahnya.

"Tindakan relevan kapal perang Inggris tidak mematuhi hukum internasional dan kedaulatan Cina. Cina sangatlah menentang ini dan telah mengajukan pernyataan keras terhadap Inggris untuk mengungkapkan ketidakpuasan yang kuat," bunyi pernyataan Kemlu Cina tersebut. "Cina sangat mendesak Inggris segera menghentikan provokasi tersebut untuk menghindari rusaknya hubungan bilateral, perdamaian, dan stabilitas regional yang lebih luas lagi."

Cina dikabarkan mengerahkan kapal fregat (salah satu jenis kapal perang) dan dua helikopter militer untuk mencegat kapal perang Inggris tersebut. Walaupun demikian, kedua pihak disebut berada dalam posisi tenang selama pertemuan itu. Seorang sumber yang mengetahui insiden ini menyebut Albion, kapal perang amfibi seberat 22 ribu ton itu terlihat berlayar di dekat Kepulauan Paracel dalam beberapa hari terakhir.

Sumber itu mengatakan Albion tengah berada dalam perjalanan menuju Ho Chi Minh dan saat ini telah berlabuh di salah satu kota di Vietnam itu. Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut Inggris mengatakan "HMS Albion hanya menjalankan haknya" berlayar di perairan itu sebagai bentuk kebebasan bernavigasi.

Angkatan Laut Inggris menekankan pelayaran Albion di Laut Cina Selatan sesuai dengan hukum dan norma internasional. Pelayaran ini bukan yang pertama dilakukan Inggris di Laut Cina Selatan. Sumber diplomatik di kawasan mengatakan kapal perang Inggris juga sudah pernah berlayar di dekat Kepulauan Spartly, selatan Laut Cina Selatan, beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.