BREAKINGNEWS.CO.ID - Medali emas cabang basket putra dan putri Asian Games 2018 berpeluang untuk dikawinkan tim Cina setelah tim putra dan putri mereka lolos ke laga puncak atau partai perebutan medali emas. Pada laga final yang berlangsung di  Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (1/9/2018) sore nanti, putri Cina akan ditantang timnas Korea Bersatu. Sementara  di sektor putra, negeri tirai bambu tersebut akan ditantang Republik Islam Iran. Jika itu terwujud, maka capain tersebut sekaligus mengulang sukses perhelatan Asian Games  1982, 2006 dan 2010.

Bagi Iran, ini adalah final kedua secara berturut-turut , karena pada Asian Games 2014 lalu mereka juga lolos ke final namun harus puas dengan medali perak karena dikalahkan tuan rumah Korea Selatan. Tentunya Hamed Ehdadi tak menginginkan adegan menyaksikan tim lawan berkalung medali di Incheon, Korsel, kembali terjadi di Jakarta.

Ehdadi, veteran Liga Bola Basket Amerika Serikat (NBA) yang musim lalu melantai di Liga Bola Basket China (CBA), akan mendapatkan tugas berat untuk mengawal pergerakan Zhou Qi, center Cina yang kini berkarier di NBA bersama Houston Rockets.

Jika ia bisa menunaikan tugasnya dengan baik sebagaimana ia membatasi ruang gerak momok Korsel, Ricardo Ratliffe, di semifinal, Iran akan mendapatkan banyak keuntungan.

Sebaliknya, Cina tentu tidak akan sekadar mengandalkan Zhou Qi semata, masih ada nama Ding Yanyuhang yang berkontribusi krusial selama perjalanan Negeri Tirai Bambu itu menuju partai final. Cina juga akan mendapat keuntungan lebih jika forward Iran, Arslan Kazemi Naeni, yang mengalami cedera di perempat final belum cukup bugar untuk melantai di final, mengingat .

Sementara tim putri Cina akan berhadapan dengan Korea Bersatu. Talenta muda China Li Yueru dan Han Xu bakal mendapatkan lawan sepadan ketika bertemu penggawa Korea yang kini melantai di Liga Bola Basket Wanita Amerika Serikat (WNBA) bersama Las Vegas Aces, Park Ji-su.
Ji-su yang baru mendarat di Jakarta jelang laga perempat final namun baru turun melantai pada semifinal, tampil krusial kala mengantarkan Korea ke final lewat catatan double-double 10 poin, 11 rebound, 3 assist dan 3 blok. Di luar area bawah keranjang, China secara statistik lebih unggul lantaran dua penggawa mereka Wang Xuemeng dan Li Meng sejauh ini jadi penembak tripoin paling efisien di Asian Games 2018, masing-masing memiliki tingkat akurasi 63,2 persen dan 47,4 persen.
Jika berhasil mengawinkan medali emas, maka Cina akan menahbiskan diri sebagai tim terbaik dalam olahraga bola keranjang, setelah mereka juga sudah mengawinkan emas bola basket 3x3.

Sebelum Cina berupaya menunaikan ambisinya, Chinese Taipei juga berpeluang mengawinkan medali perunggu basket. Lantaran di nomor putra mereka akan menghadapi Korsel, sedangkan tim putrinya melawan Jepang.

Berikut jadwal perebutan medali cabang olahraga bola basket Asian Games 2018 yang dilangsungkan pada Sabtu.

10.00 WIB (Putri) Chinese Taipei vs Jepang
12.30 WIB (Putra) Korea Selatan vs Chinese Taipei
16.00 WIB (Putri) Korea Bersatu vs Cina
18.30 WIB (Putra) Iran vs Cina