JAKARTA - Terkait dengan wacana majunya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di ajang Pilpres 2019 mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai kalangan politikus. Tak terkecuali Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika. Ia pun meragukan wacana Amien tersebut. Menurutnya hal itu hanyalah sekedar untuk bahan humor politik semata. “Sekaligus menguji tingkat elektoral Beliau di depan rakyat saat ini. Apa serius, bercanda atau sekedar buat humor politik di Tanah Air juga,” ucap Pasek, Rabu (13/6/2018).

Hal itu juga tak lepas dari khayalan Amien yang terbayang akan sosok Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Bagaimana tidak, pada usia senjanya, Mahathir terpilih menjadi Perda Menteri. Itulah yang membuat Amien bernafsu untuk maju sebagai calon pemimpin bangsa. “Kok kelihatan kecil dan jauh ya (peluang menang). Ini feeling politik saya lho. Bisa salah, tapi selama ini sering benarnya,” sebutnya.

Hanura, salah satu partai yang ikut mengusung pencapresan Joko Widodo (Jokowi) di ajang pemilihan presiden yang akan digelar pada April 2019 itu pun tak takut jika Amien benar-benar maju sebagai capres. Bahkan, Pasek menegaskan jika hal itu sekalipun berkoalisi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Enggak. Malah akan lucu melihat sejarah di mana katanya tokoh reformasi (Amien Rais) berduet dengan mereka yang saat itu berada di pihak yang di kekuasaan yang ditumbangkan,” ujarnya.

Pilpres 2019 

Seperti diberitakan sebelumnya, Amien menyatakan keinginannya maju sebagai capres di Pilpres 2019. Amien mengaku siap bertarung melawan petahana Jokowi yang telah diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Nasdem dan juga PPP. “Nanti PAN, kita akan mencapreskan tokoh-tokoh partai kita sendiri. Pertama Zulkifli Hasan, kedua Sutrisno Bachir, ketiga Hatta Rajasa, dan keempat Mbah Amien Rais,” ucap Amien saat buka puasa bersama tokoh-tokoh PAN di rumah dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Sabtu, (9/6/2018).

Bahkan, mantan Ketua MPR RI tersebut mengaku jika dirinya terinspirasi oleh Mahathir Mohammad yang berhasil merebut tampuk kekuasaan dari Najeb Razak. Namin Amien Rais sepertinya lupa, ada perbedaan mendasar antara dirinya dengan Mahatir. Jika Mahatir dikenal memiliki elektabilitas tinggi di Malaysia, sementara Amien rais, elektabalitasnya sama sekali tidak ada di Indonesia.