JAKARTA – Upaya pemerintah mengembangkan ekonomi kreatif khususnya di   kelompok UKM memerlukan daya luar biasa.  Beragam upaya telah dilakukan, baik secara pelatihan maupun bantuan pendampingan. Namun banyak pelatihan pelatihan bisnis yang ada dinilai oleh para pelaku usaha terlalu panjang, rumit dan kurang menarik. Sehingga hasil  upaya peningkatan kemampuan sekaligus kreatifitas dan menaikkan daya saing belum menunjukkan kemajuan berarti.

Untuk itu, Corporate innovation Asia (CIAS), menawarkan sebuah solusi berupa metode belajar inovasi bisnis menggunakan media permainan papan (Boardgame) bernama 'BusinessCraft' .

Melalui permainan ini para pelaku usaha belajar prinsip-prinsip kunci terkait strategi membangun dan mengembangkan bisnis dengan cara yang cepat, mudah dan menyenangkan. BusinessCraft dibuat atas kerjasama CIAS dengan Kummara, sebuah perusahaan desain Game dari Bandung.

Dalam acara bertajuk  BusinessCraft Play-Day,  di FX Sudirman Jakarta, Kamis (24/5/2018) dan  diikuti 150 pemain dari berbagai latar belakang , mulai dari UKM,  komunitas bisnis, serta  sejumlah tim yang mewakili perusahaan-perusahaan besar di lndonesia ikut turut serta.

Perusahaan-perusahaan yang mengirimkan timnya ke event ini diantaranya adalah PT Nutriiood lndonesia, PT Nestle Indonesia, Telkomsel, PT Nokia lndonesia, Permata Bank, PT Kansai Prakarsa Coatings, PLN Corporate University, PT PLN (persero) pusdiklat, PT PZ Cussons lndonesia, PT Finnet lndonesia. Kalbis institute, PT Sigma Opu Utama, PT MSi investasi dan masih banyak lagi. Sementara komunitas bisnis yang juga turut serta diantaranya G-Coach, Komunitas Tangan Di Atas, Komunitas Saudagar Nusantara, Provokasl, ST lFIN institute, Komunitas SuksesMulia, HO Elite, dan lainnya. ”Permainan papan BusinessCraft menghadirkan tingkat engagement yang tinggi (keterlibatan aktif para pemain) dan itu merupakan kunci keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Sehingga dalam waktu 2 jam saja, para pemain dapat menguasai cara mengembangkan bisnis dan memenangkan persaingan”,  ungkap Indrawan Nugroho, CEO Corporate Innovation Asia (CIAS) di sela-sela  aktivitas memandu permainan  yang diikuti perserta dalam beberapa grup tersebut.

 Satu papan permainan BusinessCraft dapat dimainkan oleh 3 hingga 15 orang. BusinessCraft dapat dimainkan secara mandiri, namun demikian permainan papan ini akan lebih optimal jika dimainkan dengan panduan seorang fasilitator yang bersertifikat dari CIAS dan Kummara. Fasilitator tersebut bukan hanya berperan untuk memandu jalannya permainan, namun juga membantu pemain untuk menemukan poin-poin pembelajaran yang penting, hingga menuangkan hasil pembelajaran tersebut ke dalam bentuk rencana aksi nyata dalam bisnisnya.

Indrawan menyebutkan proses pembuatan papan permainan memerlukan waktu satu tahun dan telah diuji cobakan ke berbagai jenis pemain dari beragam latar belakang dan rentang usia. Hasilnya, BusinessCraft terbukti dapat dimainkan dan memberi manfaat pembelajaran yang dalam untuk siapapun yang memainkannya.