BREAKINGNEWS.CO.ID – Salah satu petinggi Ducati Team, Paolo Ciabatti mengaku sangat sedih mendapati kenyataan bahwa Jorge Lorenzo akan pindah ke Repsol Honda akhir musim ini. Kesedihan Ciabatti makin terasa usai Lorenzo mengaku padanya bahwa ia semakin memahami cara mengendalikan Desmosedici GP18 tunggangan andalan pabrikan asal Italia tersebut.

Usai Lorenzo sukses finis kedua di MotoGP Ceko akhir pekan lalu, para petinggi Ducati merasa Lorenzo telah menemukan kecocokan dengan Desmosedici. Sayangnya, hal ini datang terlambat, mengingat pembalap asal Spanyol tersebut tak akan lagi berada di pihak mereka musim depan.

Ciabatti dan dua bos Ducati lainnya, Gigi Dall'Igna dan Davide Tardozzi diketahui sangat getol mempertahankan Lorenzo, namun pebalap lima kali juara dunia telah terlanjur sakit hati oleh komentar CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali yang menyebutnya 'sang juara yang tak mampu mengeluarkan potensi motor Ducati'.

"Jorge berkata pada saya usai balap, ia makin memahami banyak hal pada motor kami, yang membuatnya berkendara dengan potensi penuh, meski saat ia tak mendapati kondisi sempurna agar bisa berkendara dengan 'Gaya Jorge' yang biasa dan melaju di depan meninggalkan yang lain," ujar Ciabatti, dikutip MCN.

Ciabatti pun menegaskan, walau Lorenzo resmi akan menjadi rider Repsol Honda dalam uji coba pascamusim pada 20-21 November mendatang, pihaknya akan tetap memberikan dukungan terbaik bagi Por Fuera sampai seri pamungkas di Valencia, Spanyol 16-18 November.

"Selalu ada kesedihan saat Anda menyadari bahwa usai sembilan seri ia akan membela tim lain. Keputusan telah diambil dan kadang ada penyesalan, tapi ia adalah pembalap Ducati sampai balapan terakhir di Valencia dan kami akan mendukung dan membantunya meraih kemenangan," ungkap pria yang menjabat sebagai Sporting Director Ducati Team ini. 

Ciabatti juga menyatakan pihaknya sangat terkesan oleh karakter Lorenzo di luar lintasan, yang ia nilai sebagai orang baik. Terbukti dari keakrabannya dengan seluruh anggota tim pabrikan asal Italia tersebut sejak pertama kali bergabung. "Jorge merupakan sosok yang hidup bersama kami selama dua tahun. Ia punya karakter kuat meski kadang ia terlalu sering mengatakan apa yang ia pikirkan dan tak tepat secara politik, tapi jika Anda mengenalnya secara pribadi ia adalah orang baik dan ia akan selalu ada di hati kami," pungkas Ciabatti.