Andi Zulkarnaen Mallarangeng dengan kata lain Choel Mallarangeng dituntut lima th. penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adik kandung bekas Menteri Pemuda serta Berolahraga Andi Alfian Mallarangeng itu juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bln. kurungan.

" Kami menuntut agar majelis hakim menyebutkan terdakwa sudah dapat dibuktikan sah serta memberikan keyakinan bersalah lakukan korupsi dengan berbarengan serta dilihat jadi perbuatan yang berdiri dengan sendiri, " tutur jaksa M Asri Irwan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Dalam pertimbangannya, jaksa menilainya perbuatan Choel tidak mensupport usaha pemerintah serta orang-orang dalam memberantas korupsi. Tetapi, Choel belum pernah dihukum serta berterus jelas.

Dalam persidangan, Choel juga mengaku perbuatan serta kembalikan duit yang sudah di nikmati.

Menurut jaksa, Choel dapat dibuktikan memperkaya sendiri serta orang lain dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Kursus, serta Sekolah Berolahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam proyek itu, Choel juga dapat dibuktikan merugikan keuangan negara sebesar Rp 464, 3 miliar.

Menurut jaksa, pada 2009, Choel berbarengan dengan Menteri Pemuda serta Berolahraga Andi Alfian Mallarangeng turut mengarahkan sistem pengadaan barang/layanan proyek pembangunan P3SON di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Choel dimaksud turut dan memenangkan perusahaan spesifik dalam sistem lelang yang dikerjakan tanpa ada penuhi kriteria yang berlaku.

Choel serta Andi Mallarangeng dapat dibuktikan terima duit sebesar Rp 2 miliar serta 550. 000 dollar AS. Duit itu di terima lewat Choel dengan bertahap dari beberapa pihak.

Rinciannya yakni, 550. 000 dollar AS dari bekas Kepala Biro Keuangan serta Tempat tinggal Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, di terima oleh Choel di tempat tinggalnya ; Rp 2 miliar dari PT Global Daya Manunggal (PT GDM) yang di terima Choel di tempat tinggalnya.

Menurut jaksa KPK, Choel sudah kembalikan duit yang ia terima semuanya, yaitu sejumlah Rp 7 miliar.

Dalam surat tuntutan, Choel dinilai dapat dibuktikan tidak mematuhi Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 seperti dirubah UU Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.