Andi Zulkarnaen Mallarangeng dengan kata lain Choel Mallarangeng mengemukakan nota pembelaan dengan pribadi di Pengadilan Tindak pikor Jakarta, Kamis (25/6/2017). Dalam materi pleidoinya, Choel berasumsi kalau jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat berspekulatif.

Satu diantaranya, menurut Choel, berkaitan uang yang ia terima, serta berkaitan tuduhan pada kakaknya, Andi Alfian Mallarangeng, yang waktu itu masih tetap menjabat jadi Menteri Pemuda serta Berolahraga.

" Oleh karna saya adik Menpora, jadi saat saya terima uang, kakak saya pastinya terima uang. Jaksa penuntut KPK begitu spekupatif rupanya, " kata Choel waktu membacakan pleidoi.

Menurut jaksa, Choel dapat dibuktikan memperkaya sendiri serta orang lain dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Kursus, serta Sekolah Berolahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam proyek itu, Choel juga dapat dibuktikan merugikan keuangan negara sebesar Rp 464, 3 miliar.

Menurut jaksa, pada 2009, Choel berbarengan dengan Menteri Pemuda serta Berolahraga Andi Alfian Mallarangeng turut mengarahkan sistem pengadaan barang/layanan proyek pembangunan P3SON di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Choel dimaksud turut dan memenangkan perusahaan spesifik dalam sistem lelang yang dikerjakan tanpa ada penuhi kriteria yang berlaku. Choel serta Andi dapat dibuktikan terima uang sebesar Rp 2 miliar serta 550. 000 dollar AS.

Uang itu di terima lewat Choel dengan bertahap dari beberapa pihak.

Walau sebenarnya, menurut Choel, tak ada satu juga bukti yang tunjukkan kalau kakaknya terima uang. Sesaat, uang yang ia terima dari Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, tak ada kaitan dengan proyek P3SON di Hambalang.

Menurut Choel, Wafid Muharam menyerahkan uang itu padanya, karna cemas jabatannya dicopot oleh Andi Mallarangeng.

" Ini yaitu satu interpretasi sepihak yang liar dari jaksa KPK, " kata Choel.