Jakarta - Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangeng dituntut lima tahun penjara dala kasus dugaan korupsi berkaitan proyek Hambalang. Hari ini, Choel bakal membacakan nota pembelaan (pleidoi) di muka persidangan.

" Iya (hari ini pleidoi). Ada pleidoi pribadi, " kata pengacara Choel, Harry Ponto, saat dikonfirmasi, Kamis (15/6/2017). Harry menyebutkan, pleidoi pribadi Choel sekitar empat halaman. Choel salah satunya bakal mengemukakan rasa kecewanya dengan tuntutan JPU yang sangat tinggi.

"Choel begitu kooperatif mulai sejak awal. Segera mengaku kekeliruannya, terima uang dari Wafid Muharam serta segera mengembalikan uang itu ke KPK, " tutur Harry. "Choel sekalipun tidak ikut serta dalam soal Hambalang, namun jadi dituntut 5 tahun, " paparnya.

Choel dituntut lima tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Choel dipercaya dapat dibuktikan menerima suap berkaitan proyek Pusat Pendidikan Kursus serta Sekolah Berolahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor.

Menurut jaksa, Choel tidak sendiri saat menerima suap itu. Tetapi ada beberapa pihak lain yang terbagi dalam Andi Alfian Mallarangeng, Dedi Kusdinar, Teuku Bagus M Noor, Mahfud Suroso, Wafid Muharam, Muhamad Fahrudin, Lisa Lukitawati, Muh Arifin, serta Paul Nelwan.

Secara pribadi, Choel dapat dibuktikan menerima Rp2 miliar serta USD 550 ribu. Uang Rp2 miliar diterima Choel pada Mei 2010 dari Herman Prananto serta Nani Meliana Rusli (PT Global Jaya Manunggal). Jaksa menyebut negara dirugikan Rp464.391.000.000 dalam perkara ini. Karena tindakannya, Choel diyakini tidak mematuhi Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.