BOYOLALI - Sopan Pangestu merupakan salah seorang pendaki Gunung Merapi. Tengah asik merekam teman-temannya memasak, tiba-tiba dirinya mengalihkan kameranya ke asap yang menbumbung tinggi. Asap itu yakni erupsi Gunung Merapi. Lantai bagaimana cerita Sopan ketika dirinya merekam kepulan erupsi Merapi tersebut?

Awalnya, Sopan dan teman-temannya tengah bercanda tentang makanan yang dimasak. Mereka benrcanda soal bumbu hingga ulat yang masih menempel di sayuran yang mereka masak. Sopan sempat menyapukan arah rekaman ke rekan-rekannya yang lain. Namun, tiba-tiba mereka menyadari ada kepulan asap diatasnya. Sopan lalu mengalihkan rekamannya ke puncak. Dia pun sempat terkesiap begitu juga dengan teman-temannya. "Waduh... Waduh.. Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim..." Hanya kata-kata itu yang sempat berapa kali dia ulang-ulang sambil merekam.

Sopan Pangestu. (Foto: Dok. detik.com)

 

Setelah cukup lama terdiam, salah satu rekan Sopan lantas menginstruksikan untuk berlindung. Sopan sendiri merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dia naik ke puncak Merapi bersama 11 temannya. Sebelum kejadian, Sopan dan kawan-kawannya sempat naik ke puncak. Ketika dalam perjalanan dari areal Pasar Bubrah ke puncak, kata Sopan, dia sempat diperingatkan oleh pendaki lain yang sudah turun. Mereka diperingatkan bahwa aktivitas puncak sedang tinggi. "Tapi kami tetap naik karena sudah tinggal sedikit lagi sampai puncak. Sesampai di bibir kawah sekitar pukul 6 pagi, memang sudah kuat sekali bau belerang dan asap sudah mulai mengepul banyak. Suaranya di kawah juga seperti pesawat terbang," paparnya, Jumat (11/5/2018).

Tak berselang lama. mereka pun kembali turun. Mereka kembali ke areal Pasar Bubrah. Di lokasi itulah dia bergabung dengan para pendaki lain. Masak bekal yang dibawa dari bawah. "Sekitar jam 7 pagi lebih sedikit ada letusan itu. Kami panik. Masakan yang tidak jadi dimakan. Kami buang lalu semua peralatan kami masukkan tas lagi," ujarnya.