SAMARINDA - Calon wakil gubernur Kalimantan Timur nomor urut 1 Nusyirwan Ismail meninggal dunia pada Selasa (27/2/2018). Nusyirwan sebelumnya mengalami stroke. Direktur RSUD AW Syahranie, Rachim Dinata menjelaskan tim medis sebelumnya sudah melakukan operasi mengeluarkan gumpalan darah akibat pecahnya pembuluh darah di kepala pada Sabtu (24/2/2018).

Namun, dirinya enggan berkomentar terkait dengan kondisi Nusyirman pasca operasi. "Saya tak ingin berkomentar. Kami tak bisa mengatakan apapun yang mendahului Tuhan. Saat ini, intinya beliau sudah selesai lakukan operasi dan tak sadarkan diri. Memang harus dibiarkan tak sadarkan diri karena itu masuk masa pemulihan," ucapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kaltim, Ida Farida menyatakan jika pihaknya masih akan mengkaji terlebih dahulu. Meski begitu, pencalonan tetap berjalan karena paslon sudah ditetapkan oleh KPU. "kan sudah ditetapkan," ujarnya.

Merujuk PKPU Nomor 3 Tahun 2017, lanjut Ida, pasangan calon bisa saja digantikan bila tidak memenuhi syarat kesehatan, berhalangan tetap, atau dijatuhi pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Berhalangan tetap meliputi keadaan meninggal dunia atau tidak mampu melaksanakan tugas secara permanen. Halangan ini juga harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan jika calon wakil gubernur Kalimantan Timur Nusyirwan Ismail meninggal dunia. Nusyirwan sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena sakit stroke yang dideritanya. "Iya meninggal dunia siang tadi di rumah sakit," ujarnya, Selasa (27/2/2018).

Nusyirwan Ismail merupakan cawagub nomor urut 1 yang berpasangan dengan Cagub Andi Sofyan Hasdam. Pasangan tersebut diusung Partai Golkar dan Partai NasDem. Menurut Ace, Nusyirwan sudah sepekan ini dirawat di rumah sakit karena sakit strok. "Memang beliau sudah seminggu ini dirawat di rumah sakit karena penyakit yang menyerang beliau, penyakit strok," kata Ace.