CATATAN: SEBUAH WARISAN YANG BERBUAH PETAKA

Dunia Internasional untuk kesekian kalinya tersentak oleh kejahatan maha kejam yang dilakukan oleh penguasa Myanmar.

Apa itu, ya, pembantain sadis etnis rohingya di wilayah rakhine, Myanmar. Makhluk yang tercipta dari setetes sperma ini berubah menjadi predator sadis yang seolah tidak pernah diajarkan welas kasih.

Manusia abad ini hanya mengklaim, warisan kitalah yang paling baik dan sempurna. Agama berubah menjadi candu yang  mewarisi pembunuhan, pembakaran dan pemerkosaan. Benar kata Karl Marx, agama itu candu.

Agama yang sekarang kita anut adalah Agama warisan dari para pendahulu, firmannya berbunyi klaim dan pembenaran yang mengajarkan bahwa agamaku yang paling benar dan pasti masuk surga ketika mati kelak.

Tuhan, tidak semua manusia sanggup dan mampu memahami keinginanmu untuk hidup bertoleransi. Mungkin, di dalam benak mereka persamaan sebuah agama akan melahirkan sebuah perdamaian abadi seperti cerita - cerita indah akan kehidupan surga.

Surgaku, samakah dengan Surgamu? 
Mereka mengartikan suatu tempat yang sampai saat ini diklaim menjadi tempat terindah dan menggadaikannya dengan pertumpahan darah sesama.

Tuhan, tuhan dan tuhan, mereka rela melakukan pembantaian atas namamu.

Tuhan yang mana ?

Tag