JAKARTA - Perusahaan di balik skandal kebocoran data besar Facebook, Cambridge Analytica, berusaha mengembangkan cryptocurrency sendiri dan bermaksud untuk mengumpulkan dana melalui penawaran koin awal (Initial Coin Offering/ICO), Reuters dan The New York Times melaporkan hari Selasa (17/4/2018).

Menurut salah satu sumber mantan karyawan Cambridge Analytica, Brittany Kaiser yang diwawancarai mengatakan kepada Times, koin digital tersebut nantinya dapat menolong orang-orang untuk menyimpan data personal mereka, atau bahkan menjualnya.

Perusahaan tersebut berharap mereka dapat meraih US$30 juta (sekitar Rp. 413,9 Miliar) melalui ICO yang mereka lakukan. Reuters sempat melaporkan bahwa Cambridge Analytica juga pernah merambah ranah blockchain, namun belum pernah menyatakan bahwa mereka akan melakukan ICO atau apapun.