BREAKINGNEWS.CO.ID- Pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengaku hendak berkonsultasi dengan pimpinan FPI Rizq Shihab terkait masuknya ia dalam daftar calon anggota DPR Pusat dari PDIP. Setelah itu baru dirinya memberi keterangan resmi terkait keputusan tersebut.

"Besok (18 Juli 2018) saya mau jelaskan pukul 13.00 WIB. Saya konferensi pers. Malam ini saya kumpulkan data sebanyak mungkin,"  Selasa (17/7/2018).

Kapitra mengatakan, kendati namanya tercantum, hal tersebut disebutnya belum kata final. Untuk itu, dirinya akan membicarakan soal pencalonan itu dengan pihak-pihak yang dianggapnya penting. "Kalau itu permintaan masyarakat Sumatera Barat, itu urusan parpol dengan masyarakat. Saya akan konsultasi dulu dengan ulama, khususnya Habib Rizieq Shihab,"tambahnya.

Mantan calon gubernur Sumatera Barap Pilkada 1999 ini Kapitra mengatakan, dirinya belum pernah berkomunikasi secara langsung ataupun melalui telepon dengan petinggi PDIP terkait pencalegannya. Dia juga menepis kabar pernah menawarkan untuk dapat didaftarkan sebagai caleg ke salah satu parpol.

"Saya belum pernah berbicara, baik lewat WhatsApp, telepon, ketemuan langsung nggak pernah. Kalau ada aspirasi masyarakat, itu urusan partai. Not my bussiness," katanya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Kapitra diminta masyarakat Sumatera Barat menjadi calon wakil rakyat. "Ya sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumbar itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP sehingga yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumbar," kata Hasto di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Hasto menjawab pertanyaan soal kabar Kapitra Ampera menjadi caleg PDIP.

Hasto menegaskan PDIP terbuka untuk semua kalangan. PDIP menyambut baik semua tokoh yang mau berdialog dan bekerja sama membangun bangsa

Lebih jauh Haston menjelaskan, PDI P membangun jati diri partai sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia raya. Sehingga, mereka yang bergabung dan menyatakan PDI P partai berdiri kokoh dengan Pancasila maka dialog dilakukan dengan baik. "Apapun dengan aliran politik mereka adalah warga bangsa yang harus diajak dialog sesuai kepemimpinan Pak Jokowi," katanya.