BREAKINGNEWS.CO.ID -  Tak seperti mayoritas bursa regional Asia yang menguat pada akhir perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berakhir di zona merah. Tercatat dari  akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (12/2/2020), Indeks ditutup melemah 41,32 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.913,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,4 poin atau 0,66 persen menjadi 960,98.

“Pelemahan  indeks terjadi sebagai  akibat dari antisipasi risiko wabah Novel Corona Virus yang dianggap masih kurang optimal. Di sisi lain, data makroekonomi domestik pada hari ini masih belum ada," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama, Rabu (12/2).

Sementara itu, lanjut dia, para pelaku pasar menantikan perkembangan terkait dengan kondisi perekonomian global saat ini, misalnya terkait dengan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell berikutnya.

Dibuka menguat, IHSG tak lama langsung melemah dan tidak bisa beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, hanya satu sektor yang naik yaitu sektor keuangan sebesar 0,03 persen. Sedangkan sembilan sektor terkoreksi dengan sektor konsumer turun paling dalam yaitu minus 2,44 persen, diikuti sektor aneka industri dan sektor manufaktur masing-masing minus 1,86 persen dan minus 1,76 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp477,71 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 418.398 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,32 miliar lembar saham senilai Rp7,02 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 274 saham menurun, dan 142 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 175,2 poin atau 0,74 persen ke 23.861,2, Indeks Hang Seng menguat 239,8 poin atau 0,87 persen ke 27.823,7, dan Indeks Straits Times menguat 44,11 poin atau 1,39 persen ke 3.219,68.

Rupiah

Hal sebaliknya justru terjadi pada rupiah.   Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank  pada tengah pekan ini ditutup menguat tipis di tengah bervariasinya pergerakan mata uang Asia.

Rupiah ditutup menguat tipis 1 poin menjadi Rp13.674 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.675 per dolar AS. "Dengan membaiknya data ekonomi dalam negeri baik inflasi, tenaga kerja, cadangan devisa, PDB 2019, maupun NPI, menjadikan pasar kembali optimis sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Disamping itu, lanjut Ibrahim, pemerintah akan melakukan strategi bauran guna untuk melindungi perekonomian dalam negeri dari wabah virus CODIV-19 yang sampai saat ini masih belum bisa teratasi sehingga berakibat negatif terhadap perekonomian global. "Pemerintah akan meluncurkan stimulus fiskal sehingga roda perekonomian dalam negeri akan kembali stabil," ujarnya.