BREAKINGNEWS.CO.ID  -  Positifnya sejumlah bursa utama Asia turut membuat Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Rabu (16/10/2019)  sore,  IHSG  menguat 11,43 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.169,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,88 poin atau 0,3 persen menjadi 962,61.

"Selain karena 'downtrend' sudah berakhir, penguatan bursa Asia dan rupiah menjadi salah satu penopang IHSG hari ini. IHSG masih akan menguat besok dalam 'range' 6.100-6.200," kata analis Panin Sekuritas William Hartanto.  

Dibuka menguat, IHSG hari ini bergerak variatif. Indeks sempat menguat pada pagi hari namun melemah jelang penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua indeks naik turun sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp195,27 miliar.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 265,71 poin (1,2 persen) ke 22.472,92, indeks Hang Seng menguat 160,35 poin atau 0,6 persen ke 26.664,28, dan indeks Straits Times menguat 18,54 poin (0,59 persen) ke posisi 3.134,71.

Rupiah Lemah

Hal sebaliknya justru dialami oleh mata uang rupiah. Nilai tukar mata uang (kurs) garuda ini  ditutup melemah seiring koreksi mayoritas mata uang negara-negara kawasan regional Asia terhadap dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp14.172 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.166 per dolar AS.

Kepala Riset Valbury Asia Future Lukman Leong di Jakarta, Rabu, mengatakan pelemahan rupiah pada hari ini masih dominan dipengaruhi sentimen eksternal. "Sentimen 'trade war' AS-China masih menjadi sentimen penggerak utama rupiah. Sementara dari domestik relatif minim sentimen," ujar Lukman.

Menteri Keuangan AS Steven Munchin mengeluarkan ultimatum bahwa putaran berikutnya untuk tarif impor Cina akan segera diberlakukan jika kesepakatan dagang antara kedua negara belum tercapai.

Pemerintah AS tidak akan ragu untuk mengenakan tarif baru terhadap barang-barang China senilai 156 miliar dolar AS pada 15 Desember jika kesepakatan perdagangan belum juga dicapai hingga saat itu. "Rupiah akan cenderung konsolidasi hingga akhir pekan," kata Lukman.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.178 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.168 per dolar AS hingga Rp14.192 per dolar AS.