MERAUKE - Bupati Merauke Frederikus Gebze memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai berjasa di wilayah paling timur Indonesia itu. Anugerah Animha Award ini diberikan untuk pertama kalinya di Kabupaten Merauke, bahkan di seluruh tanah Papua, terhadap para tokoh yang menorehkan jasa dan bermanfaat bagi masyarakat.

Animha berarti; manusia sejati. Anugerah Animha Award merupakan gagasan Bupati Fredy, demikian sapaan akrab Frederikus Gebze, merupakan rangkaian menyambut HUT Kabupaten Merauke ke-116 pada 12 Februari 2018. "Animha Award ini diberikan kepada orang dari berbagai profesi mulai dari pemerintahan, pendidikan, seni, budaya, agama dan lainnya, atas dedikasi dan karya mereka terhadap masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Merauke," ujar Fredy kepada breakingnews.co.id dalam percakapan Sabtu (16/2/2018).

Fredy menyebutkan, Award Animha Award ini diberikan berdasarkan prinsip bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan karya setiap orang yang sudah memberikan andil, pikiran dan gagasan untuk kepentingan masyarakat banyak.

"Bila dilihat, wujud penghargaan berupa patung manusia Animha mini, sekilas seperti tidak ada apa-apanya. Tapi ketika penghargaan itu diserahkan di depan publik dalam bentuk informasi kepada seluruh masyarakat, maka penghargaan ini menjadi penting, sebagai momentum yang berarti bagi penerimanya," ungkap Freddy.

Ada 18 orang penerima Animha Award tersebut. Sebagian besar adalah tokoh yang berjasa ketika terbentuknya Kabupaten Merauke. "Jadi kalau sekarang Merauke sudah 116 tahun, maka ada tokoh penerima Animha Award yang sudah meninggal, maka kita serahkan kepada keluarga atau keturunannya," terang Freddy.

Beberapa tokoh yang menerima Animha Award ada mantan Bupati Merauke, kemudian tokoh yang berjasa di dunia politik, pendidikan atau guru, kesehatan, seniman, rohaniawan, dan lainnya. "Ada juga perintis transmigran, namanya Samijan, masuk ke Merauke sebagai transmigran pada masa sebelum abad 19, usianya sekarang sudah 92 tahun. Dia adalah perintis masyarakat Jawa Merauke atau disebut Jamer," terang Fredy.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus agar terus menciptakan kreasi dan karya yang baik dan bermanfaat bahi tanah air. Namun, seiring berkembangnya zaman, ditegaskan Fredy, maka yang disebut manusia sejati sekarang adalah orang yang mempunyai tanggung jawab secara moril, termotivasi untuk membuat karya karya yang berguna untuk masyarakat khususnya di wilayah Merauke.

"Kalau sekarang Animha atau manusia sejati kita artikan sebagai orang yang bertanggung jawab secara moril untuk berkarya di segala bidang baik itu pendidikan, kesehatan, pemerintahan atau kerohanian," pungkasnya.