BREAKINGNEWS.CO.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan empat terdakwa kasus perjudian online dari segala tuntutan. Hakim membebaskan para terdakwa karena perbuatan mereka dikategorikan bukan merupakan tindak pidana sehingga tidak melanggar hukum.
 
"Perbuatan terdakwa terbukti, tetapi perbuatan tersebut bukan perbuatan pidana atau perbuatan yang melanggar hukum," ucap Ketua Majelis Hakim Taufan Mandala di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jumat (21/2/2020).
 
Usai putusan dibacakan, keempat terdakwa langsung menghampiri Alvin Lim hingga isak tangis pun pecah membelah ruang persidangan. Putusan bebas murni terhadap terdakwa Anjad Fendi Badriawan, Bim Praasetyo, Pipingan Tjok, dan Aditya Wijaya dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Taufan Mandala SH, MH secara bergantian dengan hakim anggota Budiarto, SH.

Dalam amar putusannya majelis hakim menilai bahwa penjualan rekening BCA yang dilakukan oleh para terdakwa bukan merupakan tindak pidana. Sehingga majelis hakim berketetapan bahwa kegiatan itu tidak melanggar hukum.

Hakim Budiarto menyebut tuduhan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap rekening bank BCA milik keempat terdakwa yang dipergunakan sebagai penampung uang perjudian atau pencucian uang (money laundy) tidak dapat dibuktikan secara hukum.

"Saya puas, dan bersyukur atas keputusan bebas saya dan teman-teman," ucap Pipingan Tjok dengan air mata masih menempel di pipinya.
 
JPU Frederik Adhar mengatakan menghargai putusan majelis hakim yang membebaskan empat terdakwa. " Kami menghormati keputusan majelis hakim. Tetapi kami akan melakukan kasasi setelah berkoordinasi dengan pimpinan. Saya kan menjalankan tugas di persidangan ini," jawab Frederik Adhar kepada wartawan.

Pada sidang sebelumnya JPU menuntut empat terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp4 miliar. "Tuntutan yang tinggi ini karena sekarang semua tahu perjudian online sangat marak, sehingga harus ada hukuman berat bagi pelaku perjudian," kata Frederik.

Kuasa hukum empat terdakwa Alvin Lim SH, MH dan Tandry Laksana, SH mengungkap rasa terimakasih atas keputusan majelis hakim dalam persidangan ini. Ia menilai putusan hakim sudah sesuai dengan keadilan. "Kami berteri makasih, majelis hakim telah menegakan hukum dan menyampaikan kebenaran pada persidangan yang mulia ini. Penjualan rekening bank yang dilakukan para terdakwa bukan sebagai pelanggaran hukum. Penjualan rekening bank sama seperti jual beli mobil," kata Alvin.

Advokat yang kritis terhadap tindakan-tindakan melawan hukum ini menambahkan, majelis hakim telah memutuskan bebas murni, dimana tuntutan terhadap empat terdakwa itu tidak bisa dibuktikan, dan bukan melanggar hukum.

"Putusan bebas murni terhadap empat terdakwa ini bisa menjadi pelajaran sangat berharga bagi aparat penegak hukum, jangan sewenang-senang," kata Alvin Lim.

Empat terdakwa yang semula menggunakan rompi tahanan, kemudian mereka meninggalkan PN Jakut dengan melenggang tanpa borgol ditangannya.