BREAKINGNEWS.CO.ID –  Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menginginkan perubahan pada UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Usulan tersebut dimaksudkan agar lembaga ini bisa lebih siap menghadapi ragam persoalan kalangan usia muda di masyarakat .

“Dengan perubahan pada UU tersebut diharapkan gerakan pramuka dapat membantu  pendidikan yang mengarah karakter, sehat, jasmani, dan rohani  anak bangsa”ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso dalam  Rakernas 2020 Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Rabu (19/2/2020)

“Tak hanya itu, perubahan tersebut menjadi penting karena juga demi peningkatan peran gerakan pramuka dalam Bela Negara dan Penanggulangan Bencana.”

Setiap tahun Rakernas Gerakan Pramuka diselenggarakan untuk melaporkan kegiatan Kwartir Nasional yang setahun terakhir dan merencanakan kegiatan setahun ke depan.

Terkait dengan tema Rakernas, pada 4 Februari 2020 lalu, Gerakan Pramuka mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB menilai Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai organisasi/NGO yang peduli dan berperan aktif dalam penanggulangan dampak bencana selama 2019.

 

Penghargaan tersebut diserahkan saat Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020 (Rakornas PB 2020) di Sentul Internasional Convention Center, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ikut serta dalam penanggulangan dampak bencana adalah salah satu implementasi Gerakan Pramuka terhadap kode kehormatan, yaitu Dasa Darma, khususnya yang kedua "cinta alam dan kasih sayang sesama manusia", serta kelima, "rela menolong dan tabah".

Gerakan Pramuka juga memiliki satuan Pramuka Peduli yang berkoordinasi dengan BNPB.   Para personel Pramuka Peduli tidak tiba-tiba menjadi relawan di setiap bencana, tapi sudah melalui pendidikan dan pelatihan sebelumnya. Dengan ketrampilan yang diperolehnya, mereka menyumbangkan bakti kepada masyarakat dan Ibu Pertiwi.

Pramuka Peduli ada di tingkatan Kwartir Nasional dan tingkatan-tingkatan di bawahnya. "Pramuka juga diharapkan dapat terus meningkatkan kepedulian sosial dalam bentuk bakti masyarakat (community service) dan pembangunan masyarakat (community development). Termasuk ikut berperan dalam penanggulangan bencana, mengingat Indonesia berada di wilayah Ring of Fire yang rentan bencana alam. Tentu saja bukan sekadar siap membantu bila bencana datang, tetapi jauh sebelum itu, dalam membantu meminimalisir terjadinya bencana. Misalnya dengan melakukan penghijauan di area yang rawan longsor," lanjut mantan Kabareskrim Polri yang juga Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) tersebut.

Sementara itu,  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga anggota Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Kak Zainudin Amali dalam sambutan sebelum membuka secara resmi Rakernas ini mengatakan,  pemerintah terus mendorong Pramuka di Nasional, Daerah, Cabang dan Ranting terus meningkatkan kepedulian sosial dalam bentuk kegiatan bakti masyarakat (community service) dan pembangunan masyarakat (community development) di daerahnya, secara berkala.  "Termasuk ikut berperan dalam penanggulangan bencana, mengingat Indonesia berada di wilayah Ring of Fire yang rentan bencana alam," ujar Menpora.

Dilanjutkannya juga,  Gerakan Pramuka selama ini sudsh melakukan pendidikan karakter, keterampilan hidup dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani bagi anggotanya.

Sejak dini dalam golongan Pramuka Siaga ada upacara dan memberi hormat ketika bendera merah putih masuk dalam lingkaran. Pembina mengajarkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. Itu juga bentuk dari bela negara.