BREAKINGNEWS.CO.ID -  Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan telah melakukan persiapan dalam pengamanan sistem informasi sebelum digelarnya Pilkada Serentak 2018 dan terus mengawal sistem informasi selama pesta demokrasi tersebut berlangsung. "Kesiapan sudah. Kami tinggal menunggu proses pilkada berjalan, sambil melindungi sistem informasi yang ada dari kemungkinan berbagai serangan siber," ujar Juru Bicara BSSN Anton Setiawan   di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

BSSN sebelumnya mengidentifikasi ancaman pengamanan teknologi dan informasi pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018, seperti insiden siber yang pernah terjadi selama pemilu, baik di dalam mau pun luar negeri.

Gambaran potensi peta ancaman siber pada pilkada di Indonesia serta rekomendasi operasional dalam menghadapi serangan siber juga telah diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Rekomendasi pengamanan siber untuk Pilkada serentak 2018 selanjutnya mengenai standar dan regulasi keamanan sistem informasi dan skema audit keamanan sistem informasi. "Rekomendasi keamanan siber sudah diberikan, tinggal kami kawal agar tidak terjadi serangan pada sistem termasuk web KPU provinsi," ujar Anton.

BSSN menekankan pentingnya operasional pengamanan infrastruktur dan sistem TI serta kebijakan keamanan, regulasi internal, dan koordinasi antar pemangku kepentingan.

Sementara itu, KPU pun telah melakukan upaya peningkatan pemanfaatan teknologi dalam Pilkada Serentak 2018. Bawaslu juga melakukan langkah antisipasi tindak pelanggaran dalam penyelenggaran pilkada serentak 2018 di ranah siber dengan menyiapkan standar tata laksana pengawasan pelanggaran siber dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

Mendagri Pantau Pilkada Jawa Tengah

Bersamaan dengan masa pencoblosan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terjun langsung dan memantau pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak.  Tjahjo melakukan hal tersebut dari  posko pemantauan di TPS 6 Candisari, Kota Semarang.

Di TPS tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo juga memberikan suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah.

Usai memantau proses pencoblosan di TPS tersebut, Mendagri melakukan telekonferensi dengan posko-posko pilkada di sejumlah daerah seperti di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua, dan Maluku.

Hadi Prabowo, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menghadiri acara telekonferensi itu.

Kementerian Dalam Negeri sudah tiga hari melakukan pemantauan, termasuk memastikan ada anggaran daerah untuk mendukung kerja Komisi Pemilihan Umum, panitia pengawas, dan kepolisian. "Daerah ternyata masih ada yang belum siap, tapi kami di Kemendagri 24 jam terus memantau," kata Tjahjo usai memonitor pelaksanaan pilkada di Semarang.