BREAKINGNEWS.CO.ID-Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pelaksana akreditasi dan sertifikasi organisasi olahraga, Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) menggelar "Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelaksana Akreditasi dan Sertifikasi" yang dikaitkan dengan "Kaji Ulang Standar Kompetensi Wasit Gulat". Dua kegiatan tersebut diselenggarakan pada Kamis (19/7/2018) hingga Sabtu (21/7) di Hotel Twin Plaza, Tomang, Jakarta Barat. 

Acara pembukaan kedua kegiatan di atas dilangsungkan Kamis siang, dengan pengarahan dari pelaksana tugas Asdep Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Dr.Yuni Poerwanti, MP.d, dan sambutan ketua BSANK, Prof.Hari A.Rachman.

BSANK adalah badan yang dibentuk oleh pemerintah dalam rangka pengembangan pemantauan dan pelaporan pencapaian standar nasional keolahragaan. BSANK melakukan proses akreditasi terhadap organisasi olahraga. Hasil dari proses akreditasi itu akan relevan dengan tingkat prestasi yang dicapai oleh cabang olahraga yang bersangkutan. Artinya, dengan krteria-kriteria penilaian akreditasi, dapat diketahui, dianalisis, dan dikaji secara ilmiiah faktor dan penyebab maju atau mundurnya prestasi olahraga nasional.

Ada sembilan organisasi dalam proses diakreditasi. Saat ini, verifikasi berkas dan verifikasi lapangan sudah berjalan dan di harapkan pada akhir tahun ini ditargetkan hasil akreditasi terhadap organisasi olahraga sudah keluar.

Sembilan organisasi olahraga yang diakreditasi tersebut antara lain Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Persatuan Angkat Besi dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI), Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI), Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) dan PB Muaythai Indonesia (MI).

Sertifikasi terhadap organisasi olahraga merupakan salah satu bagian dari upaya menciptakan sistem keolahragaan nasional yang baik dan sesuai dengan standar. Perbaikan sistem keolahragaan ini memang medesak karena Indonesia sejauh ini memang lambat merespon perkembangan dan kemajuan sistem keolahragaan sehingga prestasinya olahraga nasional bisa dibilang tertinggal.