BREAKINGNEWS.CO.ID – Perhelatan FGD Kesepahaman Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja, dimanfaatkan Brastagi untuk mengenalkan kekayaan kulinernya. FGD digelar Kamis (23/5/2019), di Grand Mutiara Hotel Brastagi, Jalan Peceren Nomor 168, Brastagi, Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam perhelatan itu, ada 10 jenis kuliner otentik Brastasi yang diperkenalkan. Ada juga 12 jenis kue khas Brastagi.

Menurut Kadisparbud Karo Mulia Barus, kuliner khas Brastagi bisa dijadikan sebagai daya tarik.

“Pariwisata Brastagi terus tumbuh. Selain destinasi, wisata kuliner dan belanja juga naik. Bagaimanapun, wisatawan yang berkunjung sering mengeksplorasi kuliner juga. Kami sudah siapkan kuliner-kuliner terbaik yang menguatkan Brastagi sebagai destinasi wisata,” tutur Mulia, Kamis (23/5).

Kuliner khas yang menjadi andalan Brastagi adalah Cipera Manuk, Bohon Bohon, Lemang Lemang, Tasak Telu, Pagit Pagit, juga Lomok Lomok. Ada juga Panggang, Cincang Bulung Gadung, Gule Berek, atau Cibet Nurung Cikala.

Karo juga menawarkan beragam kue khasnya. Sebut saja Cimpa Unung Unung, Cimpa Tuang, Cimpa Matah, hingga Lemet. Varian lainnya adalah, Onggal Onggal, Jong Labar, Jong Tutung, Jong Belgang, dan Rires. Ada juga Keripik, Kerupuk, Roti, dan lainnya.

“Kuliner khas Karo punya value. Wisatawan pasti penasaran ingin mencobanya. Menaikan experience, wisatawan bisa diajak serta membuatnya. Jadi kuliner itu bukan sekedar dinikmati, tapi menjadi sebuah atraksi. Sekarang, semua potensi wisata kuliner dan belanja dipetakan. Sebab, nantinya akan dibuat peta perjalanannya,” terang Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini.

Selain makanan, Karo juga penghasil minuman terbaik. Wilayah ini memiliki Sirup Markisa dan Terong Brastagi. Sirup Markisa terbuka sebagai magnet penarik wisatawan. Industri tersebut bisa memunculkan aktivitas kuliner menjadi industri. Caranya, wisatawan bisa diajak melihat budidaya hingga pengolahan Markisa. Endingnya, tentu menawarkan produk tersebut sebagai cenderamata.

Sirup Terong Brastagi juga tak kalah terkenal. Minuman ini bahkan memiliki kekuatan storytelling. Awalnya, Terong Brastagi bernama Terong Belanda. Selain sirup, terong ini bisa dikembangkan menjadi juice. Dan, manfaatnya banyak karena memiliki kandungan provitamin A dan vitamin C. Mineral kandungannya, ada potasium, fosfor, dan magnesium. Seratya yang tinggi tentu menjadi pencegah sembelit.

“Storytelling sangat penting. Hal ini tentu akan semakin menguatkan value dari kuliner tersebut. Untuk itu, storytelling bahkan sejarah kulinernya sudah harus disiapkan dari sekarang. Apalagi, pelaku industri pariwiata di sana sudah berkomitmen untuk mengoptimalkan fungsi Wiskulja,” jelas Oneng lagi.

Karo pun memiliki beragam produk olahan susu sapi segar. Ada 4 varian produk yang dihasilkan. Yaitu Susu Segar, Ice Cream, Yogurt, dan Keju. Untuk kejunya, ada 4 varian, yaitu Tomme de Sinabung, Tomme Andaliman, Caciocavallo, dan Mozzarella. Dari varian keju tersebut, yang paling unik adalah Tomme Andaliman.

“Karo serius untuk mengembangkan wisata kuliner dan belanja. Beragam kekuatan kuliner khasnya dikembangkan. Ke depannya, tentu akan semakin banyak sumber inkam yang dihasilkan. Selain kulinrnya, ada nilai ekonomis yang didapat dari aktivitasnya. Aktivitas kuliner bahkan bisa dimasukan dalam paket wisata,” papar Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Brastagi juga menjadi surga bagi pecinta buah dan sayuran. Pasar Berastagi punya koleksi beragam buah dan sayuran. Buah yang familiar diantaranya, Markisa, Jeruk Manis, dan Alpukat Mentega. Untuk sayurannya diantaranya, Kol, Kentang, Wortel, dan lainnya.

“Potensi ini akan terus berkembang menjadi sebuah industri. Produksi buah dan sayuran melimpah di sana,” ujar Giri Adnyani.

Kuliner-kuliner ini ditopang beberapa restoran terkenal, seperti Asia dan Panorama Resto. Adapun rumah makan yang tersedia ada 42 dan tersertifikasi. Untuk cafe jumlahnya sekitar 28, lalu foodcourt-nya 14. Karo pun sedang merancang berbagai hiburan (musik, seni, dan budaya). Sebagai teman wisatawan di malam hari.

“Rencana ke depan sudah mereka miliki. Kami tentu senang mendengarnya. Sekarang yang dibutuhkan langkah konkritnya. Asal semua latar belakang solid, semua rencana pasti bisa dijalankan. Sekarang ini sudah saatnya kuliner setempat ditampilkan menjadi sebuah atraksi,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.