BREAKINGNEWS.CO.ID - Kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan yang mengenakan bagasi pesawat berbayar pada kelas penerbangan low cost carrier (LCC) atau penerbangan jarak dekat dalam negeri akan menyumbang inflasi.
 
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan berdasarkan pemeriksaan dari pihaknya, tercatat angkutan udara sepanjang Januari 2019 menyumbang inflasi sebesar 0,02%. Kata Suharyanto, hal ini jelas tidak biasanya. Ke depan, angkutan udara diprediksi masih akan menyumbang inflasi karena adanya pengenaan bagasi. 
 
“Pada Januari tidak biasa, angkutan udara penyumbang inflasi masih 0,02% padahal biasanya di Januari menyumbang deflasi. Bagasi ini akan menaikkan, seberapa besar belum bisa menebak, kita perlu perhatikan share untuk bagasi ini,” ujar Suhariyanto, Jumat (1/2/2019).
 
Namun, Suharyanto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan seberapa pengaruh yang diberikan terkait inflasi tarif bagasi ini.
 
“Kalau harga tiket naik sudah pasti inflasi akan terpengaruh, begitu pun dengan bagasi. Tapi, seberapa besarnya belum tahu, karena yang menerapkan kebijakan harga itu masih tertentu.” ujarnya.
 
Disisi lain, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan pihaknya telah melakukan lamgkah-langkah terkait penerapan bagasi berbayar dan juga evaluasi penuh terhadap kebijakan biaya bagasi tersebut berdasarkan masukan dari Komisi V DPR RI berdasarkan hasil rapat kerja.
 
“Kami telah melakukan evaluasi, terhadap penerapan bagasi berbayar yang telah dilakukan oleh PT Lion Mentari Airlines dan PT Wings Abadi Airlines, langkah tersebut kami lakukan setelah mendapatkan masukan dari Komisi V atau Komisi Infrastruktur dan Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)” ujarnya.
 
Diberitakan sebelumnya, ketentuan Kementerian Perhubungan mengenai Bagasi Tercatat diatur dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. 
 
Dalam aturan tersebut dinyatakan setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing maskapai, termasuk kebijakan biaya bagasi bawaan penumpang hingga puluhan Kilogram.
 
Di ketahui pula beberapa maskapai penerbangan berbiaya murah yang sudah menerapkan bagasi berbayar, yakni Lion Air dan Wings Air, sejak 22 Januari lalu.
 
Sementara, untuk Citilink Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menyetujui pemberlakuan tarif bagasi perusahaan penerbangan ini mulai awal Februari 2019.
 
Diketahui juga untuk maskapai AirAsia Indonesia tetap melakukan tarif gratis untuk bagasi dengan makaimal 15 KG khusus untuk penerbangan dalam negeri.