BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso turut menyoroti terkait dengan emak-emak di Karawang, Jawa Barat yang diduga penyebar hoax yang ditahan oleh pihak kepolisian.

Menurut Priyo, pihaknya tidak pernah memerintahkan secara resmi dan memberikan arahan resmi kepada emak-emak tersebut. Dirinya berpendapat jika hal itu terjadi secara alamiah di kalangan masyarakat.

"Begini ya, kami bersedih terhadap peristiwa itu. Yang jelas tidak ada perintah yang resmi, tidak pernah ada arahan resmi dari BPN  Prabowo-Sandi untuk melakukan hal-hal yang melanggar tata etika dan aturan. Tapi kejadian semacam itu kan alamiah terjadi di masyarakat kita. Yang tidak bisa dibendung oleh siapapun juga. Karena kreasi dari masing-masing dan tidak bisa ada mesin yang menghalang-halangi itu semua," kata Priyo kepada wartawan, Rabu (27/2/2019).

Diketahui sebuah video hoax kampanye hitam di media sosial yang mana dalam tayangan video tersebut terlihat dua wanita berdialog seputar larangan memilih Capres nomor urut 01 dengan alasan, akan melarang adzan dan juga melegalkan perkawinan sejenis.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko menduga ada dugaan kampanye hitam dalam aksi ketiga emak-emak tersebut. "Saya meluruskan bahwa tuduhan itu tidak benar dan tidak bedasar, karena tidak pernah perintah. Kami memang menginginkan cara-cara yang halal untuk menang. Kami melakukan langkah-langkah professional yang terbaik untuk menang. Dan tidak pernah melakukan, dan tidak ada perintah untuk lakukan hal-hal ya g bisa dikategorikan kampanye hitam," ujar Priyo.

"Karena itu perlu diluruskan, mungkin kejadian tiba-tiba dan itu bisa terjadi kesiapapun juga, termasuk kalau nanti video yang sama yang dilakukan oleh pihak lain begitu dramatisnya melakukan kampanye yang sangat hitam kepada Pak Prabowo itu sudah kami temukan. Tunggu saja, dan itu terjadi di lapangan dan kita nggak pernah tau, yang penting di sini adalah saya meminta aparat penegak hukum atau kepolisian berlaku adil," tegasnya.

"Karena yang kita saksikan, aparat kepolisian sering juga begitu aktifnya untuk segera menangani masalah-masalah jika kita pandang yang berkaitan degan oposisi. Tapi kalau berkaitan dengan kritikan-kritikan dan temuan dari pihak sebelah diperlakukan juga seperti yang lama dan seterusnya," pungkas Priyo.