BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno optimistis calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga dapat menjalani debat putaran kedua capres 2019 pada 17 Februari 2019. Menurut Jubir (juru bicara) BPN, Ahmad Riza Patria, tema debat yang bakal diangkat yakni soal Sumber Daya Alam (SDA), kedaulatan pangan, hingga Infrastruktur, menjadi makanan sehari-hari bagi Prabowo.

"Beliau (Prabowo) sudah 10 tahun berbicara soal Sumber Daya Alam, kedaulatan pangan, dan infrastruktur. Kami rasa beliau sudah siap dalam debat besok," kata Riza saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Pada debat kedua nanti, kata Riza, banyak proyek pemerintah yang musti dikritisi. Dia menjelaskan, saat ini infrastruktur pembangunan jalan tol masih menggunakan banyak Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, ada sejumlah biaya proyek pembangunan infrastruktur yang mestinya digunakan pada sektor lainnya.

"Meskipun pak Jokowi juga bakal mengangkat pembangunan infrastruktur yang dia lakukan. Tapi, kami pikir penggunaan APBN kurang tetap digunakan untuk menbangun jalan tol. Akan lebh baik lagi kalau penggunaanya dilimpahkan kepada BPJS supaya rumah sakit jangan sampai berhenti memberikan pelayanan. Karena, kita nggak bisa beli alat early warning system," bebernya.

Beda Format

Debat kedua pilpres akan digelar Minggu (17/2/2019). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat format debat kedua pilpres akan dibuat berbeda dengan debat pertama. Rencananya, akan dialokasikan satu segmen yang bisa digunakan peserta untuk saling bertanya dan menanggapi tanpa durasi waktu. Dengan demikian, peserta dapat berdebat tanpa batasan waktu. Format ini akan diterapkan pada satu segmen saja.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, dengan format ini diharapkan debat dapat berlangsung lebih "hidup". "Kemarin sudah kami bikin debat mulai segmen 2 sampai 5 itu debat semua saling bertanya, saling menanggapi. Sekarang kami bikin yang lebih greget lagi," ujar Arief.