BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso membantah tudingan yang menyebutkan pihaknya tak konsisten dengan visi misi yang telah dibuat. Pasalnya, BPN Prabowo-Sandi sendiri merevisi visi misi mereka di Pilpres 2019. Bahkan visi misi tersebut saat ini terlihat lebih ramping dari sebelumnya.

'Tidak benar tudingan semacam itu. Kecuali kami mengubah segalanya, itu boleh ada tudingan nggak konsisten," kata Priyo kepada wartawan saat ditemui usai diskusi yang mengusung tema 'Jelang Debat Siapa Hebat' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Selain itu, Priyo bahkan mengungkapkan tudingan lain yang dinilainya lebih menakutkan. Tudingan yang dimaksud itu yakni jika pihaknya telah menjiplak kubu nomor urur 01, Jokowi-Ma'ruf di pesta demokrasi kali ini. Terkait dengan tudingan ini, Priyo juga membantahnya.

"Saya jawab, sepenuhnya itu tidak betul. Sepenuhnya itu hoax. Kami tidak mungkin menjiplak pola pikir dan visi misi kubu sebelah, karena posisi dan perspektif kami memandang bangsa banyak berbeda, mereka (kubu 01) ingin mempertahankan. Kami ingin memperbaiki dan menyempurnakan bahkan mengganti hal-hal yang memang harus diubah kedepan dalam situasi ekonomi yang susah. Secara sosial masyarakat tergerus dengan gesekan-gesekan yang menganga, ada anomali bangsa ini yang membahayakan," terangnya.

"Itu butuh kepemimpinan baru, dan visi misi kami kesana. Debat yang dimulai tanggal 17 Januari 2019 ini, kami ingin format debat yang memungkinkan capres dan cawapres kami diberi kesempatan untuk eksplorasi mimpi-mimpinya, obsesi mereka dan rencana besar mereka untuk bangsa ini, untuk memperbaiki situasi anomali bangsa yang membahayakan ini. Itu yang kita inginkan, jadi tidak ada perubahan yang substantif," imbuh Priyo yang juga Sekjen Partai Berkarya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan perubahan terhadap visi misi mereka. Adapun revisi yang sangat mencolok yakni penggunaan kata 'pilar' yang diubah menjadi 'fokus'. Selain itu, visi misi Indonesia Menang tersebut juga terlihat lebih ringkas.

Visi pasangan calon 02 setelah direvisi berbunyi: Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Visi sebelum direvisi yakni: Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri diatas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sedangkan misi mereka tetap terdiri dari 5 butir. Pada dokumen misi yang baru, namun kalimatnya diperpendek.

Sebelumnya ada 4 pilar yakni; Pilar Ekonomi, Pilar Kesejahteraan Rakyat, Pilar Budaya dan Lingkungan Hidup, dan Pilar Politik, Hukum dan Hankam. Kini pilar tersebut berubah menjadi fokus dan terdiri dari 5 butir. Berikut kutipannya:

Fokus Pertama: Ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan.

Fokus Kedua: Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus Ketiga: Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus Keempat: Menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus Kelima: Penguatan karakter dan kepribadian yang luhur.